Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Menarik Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2022, LTMPT Temukan 200 Peserta Curang

Natalia Bulan , Jurnalis-Jum'at, 24 Juni 2022 |06:34 WIB
5 Fakta Menarik Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2022, LTMPT Temukan 200 Peserta Curang
5 fakta pengumuman hasil UTBK SBMPTN 2022/Instagram/@ltmptofficial
A
A
A

Bedasarkan data statistik Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2022, setidaknya UGM mendapatkan 5 siswa dengan nilai tertinggi di Jurusan Saintek dan 5 siswa dengan nilai tertinggi di Jurusan Soshum.

2. Jumlah peserta yang diterima PTN

Mochamad Ashari menjelaskan, pada kelompok Saintek, terdapat peserta sebanyak 349,791, namun diterima sebanyak 88.073, artinya sebanyak 24,65 persen pendaftar di Perguruan Tinggi Negeri.

Adapun, pada prodi Soshum terdapat sebanyak 327,714 pendaftar, namun yang diterima hanya sebanyak 86,801 peserta. Sehingga, presentase yang diterima adalah sebanyak 23,29 persen.

Sedangkan, yang mendaftar Saintek dan Soshum sebanyak 68,347 pendaftar, dan yang diterima sebanyak 17,306 dengan presentasi penerimaan sebesar 25,32 persen.

Sementara, pada total peserta SBMPTN 2022 yakni sebanyak 800,852 ribu peserta, dan yang diterima sebanyak 192,810 atau dengan presentase sebesar 24,07 persen.

3. Minta prodi pertanian dan pendidikan kejuruan menurun

da SBMPTN 2022, ada beberapa program studi yang kurang diminati oleh para calon mahasiswa. Program studi tersebut adalah Pertanian dan Pendidikan Kejuruan.

“Kita melihat beberapa program studi yang peminatnya agak turun, misalnya Pertanian dan Pendidikan Kejuruan,” kata Dirjen Diktiristek Kemendikbud Ristek Nizam pada konferensi pers.

Ia menjelaskan, meskipun Indonesia sudah masuk sebagai negara industri dan jasa, tetapi 40 persen masyarakat Indonesia masih bergantung pada pertanian.

Artinya, bidang pertanian ini masih sangat penting untuk dikembangkan oleh calon-calon penerus bangsa.

“Di era 4.0 ini, pertanian akan masuk kedalam pertanian modern, pertanian milenial dan pertanian 4.0, sehingga ketahanan pangan kita semakin kuat,” jelas Nizam.

Selain itu, Nizam juga menyampaikan bahwa teman-teman di vokasi kesulitan untuk mencari guru-guru SMK.

Hal itu disebabkan karena sedikit minat dari calon mahasiswa yang mengambil program studi bidang Pendidikan Kejuruan.

Nizam mengimbau para calon mahasiswa untuk mempertimbangkan Pendidikan Kejuruan sebagai program studi pilihan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement