Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuota SMP Negeri Hanya Sedikit, Persaingan Wilayah Perkotaan Menjadi Ketat

Adi Haryanto , Jurnalis-Sabtu, 18 Juni 2022 |16:14 WIB
Kuota SMP Negeri Hanya Sedikit, Persaingan Wilayah Perkotaan Menjadi Ketat
Ilustrasi/MPI/Adi Haryanto
A
A
A

BANDUNG BARAT - Persaingan masuk ke sekolah negeri di Kabupaten Bandung Barang (KBB) khususnya SMP di wilayah perkotaan dikatakan sangat ketat.

Ini dikarenakan kuota kapasitas yang ada sangat terbatas, sementara peminat dan lulusan SD jumlahnya cukup banyak.

"Daya tampung SMP negeri memang terbatas, sementara lulusan SD puluhan ribu, makanya persaingan masuk ke SMP Negeri akan ketat," kata Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan, KBB, Rustiyana, Sabtu (18/6/2022).

Dijelaskan bahwa saat ini di KBB terdapat 67 SMP Negeri dan 120 SMP swasta, sehingga total SMP yang ada hanya mencapai 187 SMP.

Namun, kapasitas SMP Negeri yang ada hanya mampu menampung sekitar 9.500 peserta didik lulusan SD.

Padahal total lulusan SD di KBB tahun ini mencapai 25.943 peserta didik atau hampir tiga kali kapasitas bangku SMP.

Walaupun tidak semua lulusan SD mendaftar ke sekolah negeri, sehingga semuanya masih bisa terserap ke seluruh sekolah.

"Memang ada juga yang melanjutkan di SMP swasta, atau melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan pesantren. Jadi orang tua tidak perlu khawatir menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, karena mutu pendidikan saat ini sudah merata," sambungnya.

Dia menyebutkan sekitar 21.000 peserta didik dapat ditampung di 187 SMP yang ada di KBB.

Sehingga jumlah sekolah yang ada sudah berbanding lurus dengan jumlah lulusan SD, sehingga tidak perlu ada penambahan bangunan sekolah baru. Kalaupun ada adalah fokus pada renovasi yang kondisinya sudah rusak.

Terkait dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, dia menyebutkan akan dibuka pada beberapa hari ke depan yakni pada 20-30 Juni 2022.

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring atau luring dengan datang ke sekolah langsung.

PPDB SMP tahun ini dibuka dalam satu tahap untuk 4 jalur sekaligus antara lain zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas.

Untuk zonasi tersedia kapasitas 50 persen, sedangkan afirmasi maksimal 20 persen, prestasi maksimal 25 persen, dan perpindahan tugas maksimal 5 persen.

“Kemungkinan persaingan di daerah perkotaan untuk ke sekolah negeri sangat ketat, berbeda dengan di wilayah selatan yang jumlah siswanya relatif tidak banyak," pungkasnya.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement