Share

Lulusan SMK Banyak Dibutuhkan, Menko PMK Minta Kualitas Pendidikan Ditingkatkan

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 624 2613494 lulusan-smk-banyak-dibutuhkan-menko-pmk-minta-kualitas-pendidikan-ditingkatkan-ymPOxcfuYS.jfif Menko PMK Muhadjir Effendy meminta kualitas pendidikan SMK ditingkatkan. (Dok Humas Kemenko PMK)

MALANG - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi, khususnya SMK. Hal itu karena peningkatan kualitas pendidikan sangat penting demi tercapainya Indonesia Emas 2045.

Menurut Muhadjir, SMK menjadi salah satu kunci dalam melahirkan penduduk usia produktif yang berkualitas. Apalagi saat ini banyak lulusan SMK yang dibutuhkan di iklim industri.

"Pendidikan vokasi harus lebih ditingkatkan lagi karena lebih banyak dibutuhkan," kata Muhadjir, saat menghadiri National Showcase SMK Bisa yang terselenggara berkat kerjasama Kemendikbudristek dengan PT Astra Internasional Tbk, di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang, Jumat (17/6/2022).

Namun, menteri kelahiran Madiun ini khawatir bila lulusan SMK tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Maka pemerintah memberikan perhatian dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Pilpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang diterbitkan Presiden Joko Widodo.

Muhadjir pun mengapresiasi program National Showcase SMK Bisa karena diyakini sangat berdampak terhadap peningkatan kualitas lulusan SMK. Dia menilai hal ini akan menjadi ekosistem untuk mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri.

"Kalau di industri ada teknologi baru, segera sosialisasikan ke SMK. Misalnya, siapkan siswa-siswa SMK sebelum mobil listrik datang. SMK bisa dilatih untuk menyiapkan ekosistem ini," ucap Muhadjir.

Ia pun mengapresiasi sejumlah pihak termasuk perusahaan swasta seperti Astra yang memberikan perhatian untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Pemerintah sangat mengapresiasi Astra yang sudah memberi perhatian kuat, komitmen untuk memajukan Indonesia," katanya.

Sementara itu, Direktur SMK Dirjen Vokasi Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto, menjelaskan, melalui National Showcase SMK Bisa yang dikerjasamakan dengan PT Astra International Tbk, ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusannya.

"Kami ingin menunjukkan sebagai unggulan, SMK bisa menyalurkan lulusannya ke industri," ujarnya.

Dengan pendekatan platform Merdeka Mengajar, dia diharapkan program ini bisa menjawab kebutuhan industri. "Ini menambah semangat bersama kepala SMK dalam mengelola SMK agar semakin link and match dengan dunia usaha dan industri," katanya.

Pada National Showcase SMK Bisa ini, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang terpilih sebagai yang terbaik. Program pengembangan SMK secara mendalam binaan PT Astra International ini mengedepankan kemitraan dan penyelarasan dengan Grup Astra untuk menjadikan SMK sebagai rujukan nasional.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Maryanto mengatakan, terpilihnya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen menjadi yang terbaik setelah menyisihkan 3.200 sekolah lainnya. "Pemilihannya dilakukan secara mendalam dan dengan assessment National Showcase yang ketat," ucap Maryanto.

Dia menjelaskan, dalam pembelajaran, sekolahnya menerapkan budaya industri. Pihaknya pun menggandeng Astra, sertifikasi guru dan karyawan, pemagangan. "Sehingga dalam proses pembelajaran, budaya industri ada di sekolah," tuturnya.

Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah menjelaskan, dengan memiliki sekitar 300 anak usaha, pihaknya sangat membutuhkan sumber daya lulusan SMK. "Kami ingin ketemu dengan apa yang dibutuhkan industri, dan apa yang disediakan SMK," katanya.

Bahkan, dia tak ragu menyebut lulusan SMK sangat dibutuhkan untuk memimpin berbagai posisi di Grup Astra di masa depan. Melalui National Showcase SMK Bisa, menurut dia pihaknya membina 3.200 SMK dari seluruh Tanah Air.

"Ada 85 SMK Muhammadiyah yang kami kerjasamakan. Ada 20 (SMK Muhammadiyah) di Jatim, 7 SMK di Jawa dan Kalimatan meraih bintang lima SMK bisa," katanya.

Melalui program ini, dia berharap pengembangan SMK dilakukan secara mendalam dan menyeluruh. "Bukan hanya fisik dan bangunan, tapi kurikulum juga ikut mendukung sehingga link and match apa yang dibutuhkan industri bisa dipenuhi SMK," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini