Share

Pesan-Pesan Ketua PBNU saat Kunjungi Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar

Lukman Hakim, Koran SI · Selasa 14 Juni 2022 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 65 2611097 pesan-pesan-ketua-pbnu-saat-kunjungi-mahasiswa-indonesia-di-al-azhar-y6qXw027QB.jpg Ketua PBNU Dr KH Ahmad Fahrur Rozi saat mengunjungi mahasiswa program beasiswa PBNU untuk Universitas Al-Azhar Kairo Mesir/Lukman Hakim

SURABAYA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Ahmad Fahrur Rozi mengungkapkan para mahasiswa Indonesia membutuhkan perhatian yang intensif agar punya perhatian terhadap negerinya.

Selain itu, menurutnya agar mereka mempunyai kepekaan terhadap perkembangan masyarakat secara luas, termasuk adanya isu-isu global.

"Semangat mereka dalam belajar patut mendapat apresiasi. Selain pentingnya para mahasiswa dalam memanfaatkan waktu, juga bejalar di Mesir merupakan bagian dari pendadaran agar mampu memegang teguh akidah Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja)," tutur Gus Fahrur, panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuur Bululawang, Malang, dalam keterangan Senin (13/6/2022).

Gus Fahrur juga mengingatkan, mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri saat ini menghadapi begitu banyak tantangan.

Seperti adanya gejala organisasi transnasionalisme di Indonesia, bagi mereka justru menjadikan pelajaran penting.

"Alhamdulillah, para mahasiswa dan mahasiswi kita, selalu kita ingatkan agar tidak tertarik dengan paham radikal dan paham liberal. Jadi, semata-mata belajar untuk memegang teguh ajaran Akidah Aswaja." pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Gus Fahrur mengungkapkan hal itu, terkait kunjungan kepada para mahasiswa Indonesia, khususnya program Beasiswa PBNU di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Acara berlangsung di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Kairo, 10 Juni 2022.

Kunjungan Gus Fahrur, yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dalam rangkaian undangan menghadiri Konferensi Fatwa Internasional yang diselenggarakan Majlis Darul Ifta Mesir dan dihadiri oleh para mufti dan pejabat urusan keagamaan dari 48 negara di dunia.

Gus Fahrur juga menyoroti posisi dan peran penting Mesir. Tentu saja tidak lepas dari lembaga pendidikan yang sudah lama berdiri di sana yaitu Al Azhar Al-Syarif.

Menurutnya, kampus Al-Azhar telah menjadi lembaga yang paling aktif memerangi segala jenis paham beragama ekstrem di berbagai belahan dunia.

"Peran Al-Azhar tersebut juga tidak lepas dari keberadaan Darul Ifta’ yang menjadi otoritas fatwa tertinggi di Mesir dan diakui dunia. Lembaga keagamaan seperti ini memiliki kepercayaan tinggi dari masyarakat," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini