Share

STIKES UMMI Bogor dan BP2MI Salurkan Lulusan Nakes ke Eropa dan Timur Tengah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 06 Juni 2022 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 65 2606713 stikes-ummi-bogor-dan-bp2mi-salurkan-lulusan-nakes-ke-eropa-dan-timur-tengah-22BQ5YHOxM.jpg Ilustrasi Medicaldialy

BOGOR –STIKES UMMI Bogor menjajaki perampungan kerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dalam penyaluran tenaga kesehatan ke luar negeri, mulai dari kawasan Asia, Afrika, Amerika, Pasifik, Eropa hingga Timur Tengah.

(Baca juga: Kisah Heroik Dua Bidan Tolong Persalinan Warga di Tengah Hutan Papua saat Malam Hari)

“Seperti kita ketahui, negara-negara di Asia, Eropa dan Timur Tengah memiliki persyaratan-persayaratan yang berbeda dalam menerima nakes perawat kita. Dengan pemaparan dari BP2MI Alhamdulillah kita bisa lebih dini dalam mempersiapkan lulusan kita sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia, Andi Tatat, di Bogor, Senin (6/6/2022).

Dikatakannya, kebutuhan dunia atas tenaga kesehatan perawat sendiri diketahui mengalami defisit. Dimana kawasan Asia Tenggara sendiri menurut data yang dikeluarkan oleh WHO mencapai 1,9 juta lebih perawat dan bidan.

“Kami tidak hanya menyediakan pendidikannya, namun juga sekaligus menyiapkan penyerapannya. Pilihan nantinya ada pada mereka, bila memilih berkarir di dalam negeri kami juga telah menjalin kerjasama dan mempunyai jejaring rumah sakit dan klinik yang siap menyerap para lulusan,” tandasnya.

Sementara itu, Subkoordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Eropa & Timur Tengah (Ertim) BP2MI Nova Novianti Nasution menambahkan, sepanjang periode 2020 – 2025 saja setidaknya ada ratusan ribu permintaan tenaga perawat asal Indonesia.

“Kami mencatat potensi permintaan tenaga kerja perawat sepanjang periode tahun 2020- 2025 luar negeri ada 183.181 orang. Permintaan terbesar dari Negara Jepang sebanyak 60.000, Taiwan 10.000, Timur Tengah 7.000 permintaan, belum lagi Australia 1.000 orang, serta Amerika 64.681 permintaan. Itu belum termasuk negara lainnya,” ujar Nova.

BP2MI kata dia telah menjembatani penyaluran tenaga kerja kesehatan dengan negara tujuan dengan beberapa skema seperti Private to Private (P to P), Government to Private s(G to P), dan Government to Government (G to G).

“BP2MI selalu berkoordinasi intra Kementerian dengan Kemkes, Kemnaker, dan Kemlu seputar kebijakan yang dikeluarkan. Dengan begitu BP2MI tak hanya menyalurkan nakes namun lebih ke perlindungan para pekerja migran nantinya,” tegas Subkoordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Ertim BP2MI.

Follow Berita Okezone di Google News

Pihaknya telah memiliki kerjasama G to G dengan Pemerintah Jepang. Berdasarkan pengalaman yang ada, para nakes langsung dikontrak selama 3 Tahun dengan gaji berkisar antara 100 ribu – 200 ribu Yen (setara Rp11 juta – Rp22 juta).

“Dengan posisi Asisten Perawat saja nakes kita sudah bisa mendapat penghasilan dikisaran Rp26 juta, sedangkan posisi Nurse mendapatkan gaji Rp31 juta sudah dipotong pajak,” papar Nova.

Diakhir, dirinya mengungkap saat ini BP2MI tengah menggodok perjanjian kerjasama G to G antara RI dengan Kuwait, Arab Saudi, Belanda, UEA, dan Qatar.

“Salah satu penjajakan yang kami sedang godok yakni dengan Negara Belanda. Di draft kerjasama para nakes perawat kita bisa mendapat penghasilan antara 2.000 – 3.500 euro perbulan,” tutup Nova.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini