Share

Megawati Ngaku Masih Kaget dengan Gelar Akademik

Kiswondari, Sindonews · Senin 06 Juni 2022 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 65 2606604 megawati-ngaku-masih-kaget-dengan-gelar-akademik-llDrPaCfIM.jpg Megawati Soekarnoputri menjadi penguji pada sidang doktor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

JAKARTA – Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri menjadi penguji internal dalam sidang promosi terbuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto pada program Doktor Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Megawati menguji disertasi Hasto yang bertajuk “Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara”.

BACA JUGA: Hasto Sebut Pancasila Kerangka Pemikiran Geopolitik Soekarno

Megawati mengungkapkan bahwa sebelum sidang, Hasto sempat menanyakannya berkali-kali mengenai apa yang akan ditanyakan Mega dalam sidang promosi ini. Namun, ia enggan menjawab meskipun ia melihat wajah Hasto sudah amat pusing sejak sebulan lalu.

“Jadi Hasto bolak-balik tanya ke saya ‘Jadi Ibu nanti pertanyaannya apa?’ Lho, kok kamu nanya, itu namanya kolusi. Mukanya sudah pusing, jadi satu bulan ini saya tidak mau mengganggu, biasa tiap hari laporan partai dan lain sebagainya, saya juga sekarang diam saja, saya biarin dulu nanti lepas 6 Juni yaitu pada hari ini,” kata Megawati di Aula Merah Putih Unhan RI di Kawasan IPSC-Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).

Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PDIP, mengaku enggan memberikan pertanyaan yang sulit kepada Hasto. Menurut Megawati, ini dikarenakan dia sudah kasihan melihat Hasto yang sudah beruban.

“Jadi Pak Hasto, saya kira ini gampang ya tapi ya ndak tahu ya susah apa ndak jawabnya. Kasihan, dia udah makin banyak ubannya,” kata Mega disambut tawa Hasto.

BACA JUGA: Hasto Gunakan Ribuan Responden dalam Penelitiannya, dari Keluarga Soekarno hingga 1.950 Dosen

Mega pun menyampaikan kekesalannya, karena saat dirinya menyampaikan tentang pemikiran Bung Karno, pernah pada suatu waktu dirinya terus menerus disebut sebagai anaknya Bung Karno, padahal memang benar dirinya putri Bung Karno, bukan anak orang lain.

“Jadi Bung Karno tentunya, jangan orang banyak bilang begini, ‘Tentu saja Bu Mega putrinya Bung Karno’. Waktu itu saya sebel banget pada suatu masa saya selalu dikatakan begitu, jadi saya bilang memangnya saya mesti bilang anaknya si Badu toh saya memang anaknya Bung Karno,” ujar Mega yang hanya disambut tepuk tangan Hasto.

Lalu, Mega pun meminta agar para hadirin ikut bertepuk tangan.

“Yo mbok ditepuktangankan kenapa ya..,” pinta Mega disambut tepuk tangan.

Menurut ibu kandung Puan Maharani ini, dirinya masih melihat keengganan bangsa Indonesia saat mendengar nama Bung Karno. Menurutnya, itu hal yang aneh atau mungkin memang cara berpikirnya yang berbeda dengan dirinya.

Mega pun mengaku bahwa dirinya masih sering terkaget-kaget dengan gelar-gelar akademisi, karena memang dirinya tidak boleh kuliah pada masa itu, padahal ia ingin berkuliah.

“Lho iya lho? itu masih menunjukkan reluctant-nya (keengganan) bangsa Indonesia bahwa menyebut Bung Karno saja takut, aneh. Betul menurut saya aneh, makannya mungkin cara berpikirnya saya yang barangkali berbeda. Saya masih menjadi orang yang terkaget-kaget dengan gelar-gelar akademisi, karena saya sendiri sudah kuliah ndak boleh kuliah. Ya sudahlah ndak usah saya ceritakan,” tutur Mega.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini