Share

Pemerintah Manggarai Barat Kerja Sama dengan UCY untuk Tingkatkan Kapasitas SDM dan Riset

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 06 Juni 2022 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 65 2606279 pemerintah-manggarai-barat-kerja-sama-dengan-ucy-untuk-tingkatkan-kapasitas-sdm-dan-riset-7ij5NgtQgQ.jpg Pemerintah Manggarai Barat NTT bekerja sama dengan UCY/Dok. Humas UCY

YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan riset.

Terutama untuk mendukung pembangunan Labuan Bajo sebagai Kota Pariwisata super premium.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dan Rektor UCY Ciptasari Prabawanti menandatangani kerjasama tersebut, di kantor Pemkab Manggarai Barat, NTT, Senin (30/5/2022) yang lalu.

Wakil Rektor III UCY, Farid Iskandar mengatakan penyiapan SDM di Manggarai Barat ini penitng. Sebab saat ini pembangunan infrastruktur di Mabar berlangsung massif.

Terutama guna mendukung mendukung Labuan Bajo sebagai kota pariwisata super premium.

Padahal pembangunan infrastruktur tanpa diimbangi pengembangan SDM akan terjadi ketimpangan.

“Karena itu perlu peningkatan SDM,” kata Farid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/6/2022).

Selain itu, dilibatkannya UCY dalam peningkatkan kapsitas SDM di Manggarai Barat juga, dikarenakan mahasiswa asal Mabar di UCY terus meningkat.

Tercatat dalam dua tahun ini meningkat hingga 80 orang. Dimana setelah lulus, dan pukang ke Mabar akan membangun daerahnya.

“MoU itu arahnya ke sana, agar mahasiswa pulang kampung sudah dalam monitoring Pemda setempat,” jelasnya.

Melalui MoU tersebut UCY berharap akan ada penempatan magang di Manggarai Barat.

Tidak hanya bagi mahasiswa dari Manggarai Barat, namun juga mahasiwa dari lintas daerah. Sehingga mereka bisa saling berkolaborasi, dan bisa mengerti dunia nyata.

“Ini juga merupakan desain dalam bentuk teknis program merdeka belajar kampus merdeka. Bahwa, mahasiswa tidak hanya belajar di kampus. Namun, juga akan dilepas di dunia kerja minimal satu semester atau enam bulan,” paparnya.

Sedangkan kerjasama di bidang riset agar kebijakan itu tidak mengalami resistensi di masyarakat karena tidak memiliki data-data yang akurat. Sebab data menjadi penting sebagai dasar kebijakan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini