JAKARTA - Siapa di sini yang suka screenshoot materi dosen atau guru waktu belajar online? Pasti kalian pernah mengalami hal tersebut, ya.
Dengan adanya pembelajaran daring, kita jadi cenderung malas mencatat dan memilih melakukan screenshoot materi atau nonton tayangan ulang saat kita belajar.
Hal ini tidak sepenuhnya salah, tapi bikin proses belajar kamu jadi kurang efektif.
Mencatat materi pelajaran atau note-taking adalah salah satu proses belajar yang cukup penting, baik kamu belajar secara daring maupun langsung.
Penelitian mengemukakan bahwa mencatat memberikan dampak positif terhadap hasil belajar, misalnya jadi lebih memahami materi dan lebih bisa mengingat materi pelajaran.
Sebuah studi juga menunjukkan bahwa orang yang mencatat memiliki nilai yang lebih tinggi saat ujian dibandingkan dengan siswa yang tidak mencatat.
Mencatat ini adalah keterampilan yang bisa terus dilatih dan ditingkatkan, lho.
Lalu gimana ya cara meningkatkan keterampilan mencatat ini? Nah berikut beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mencatat materi pelajaranmu.
1. Pelajari materi sebelumnya
Mempelajari materi sebelum kelas berlangsung membantu kamu memahami apa yang akan kamu pelajari di kelas.
Kamu bisa lebih fokus untuk mencatat poin-poin diskusi atau catatan dari dosen/gurumu terhadap suatu materi.
Selain itu, dengan membaca materi terlebih dahulu, kamu juga jadi bisa mengajukan pertanyaan terkait hal yang belum kamu pahami di kelas.
2. Menulis dengan tangan
Menulis dengan pulpen atau pensil terlihat kuno, tapi ternyata cara ini efektif untuk mencatat materi.
Dibandingkan dengan mengetik catatan di laptop atau gadget lainnya, menulis di buku bisa meminimalisir kamu terdistraksi.
Selain itu, hal ini juga meminimalisir kamu melakukan hal-hal yang kurang penting seperti bolak balik membuka dokumen dan video kuliah.
3. Kalau mencatat di komputer
Kalau kamu lebih suka menulis catatan dengan gadget, pastikan kamu mengorganisir catatanmu agar tidak berserakan ya.
Lalu, gunakan juga software yang mudah digunakan dan diakses.
Hal ini biar kamu lebih mudah saat mau baca kembali catatan yang sudah kamu tulis.
4. Jangan tulis semuanya
Ternyata kita punya kecenderungan untuk menuliskan semuanya nih, apalagi saat belajar daring.
Hal ini bisa jadi karena tidak ada buku teks atau sumber materi yang bisa kita akses sehingga kita jadi bergantung pada presentasi atau pemaparan pengajar.
Menulis semua materi malah jadi mengganggu kemampuan kita belajar. Hal ini karena menulis semuanya malah bikin kita jadi kewalahan mengolah informasi yang terlalu banyak.
Sebetulnya ini dapat disiasati dengan menuliskan kerangka materi (overview) dan poin-poin intinya saja.
5. Gunakan diagram atau gambar
Manusia punya kecenderungan untuk mengingat gambar dan diagram lebih baik dibandingkan tulisan.
Cara ini bisa kamu gunakan dalam mencatat, khususnya jika kamu kesulitan membuat catatan.
Misalnya, jika kamu mencatat materi anatomi tubuh, kamu bisa menggambarnya supaya memahami dan mengingat bagian tubuh tertentu.
Diagram juga membantu kamu menuliskan konsep dan rumus sehingga kamu bisa lebih mudah saat membaca kembali catatanmu.
Kalau ada diagram atau gambar di terkait materi pelajaran, simpan gambar tersebut dan masukkan ke catatanmu.
Selain tips di atas, ada juga beberapa metode atau teknik mencatat yang dapat kamu terapkan.
Kamu perlu mengeksplorasi dan mencoba terlebih dahulu agar tahu mana metode yang benar-benar cocok untukmu.
Metode-metode tersebut juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan materi yang dipelajari.
Berikut adalah beberapa metode yang dapat kamu gunakan:
1. Metode Cornell
Metode ini diciptakan oleh Cornell University di Amerika Serikat.
Teknik mencatat ini dilakukan dengan cara membagi kertas catatanmu menjadi dua kolom.
Lalu lakukan 5 langkah berikut: catat, tanya, ceritakan, refleksikan, dan review.
2. Mind-map
Cara menggunakan teknik ini yaitu seperti menggambar sebuah pohon dan cabang-cabangnya.
Teknik ini cocok untuk mempelajari materi klasifikasi.
Caranya tuliskan konsep utama di bagian pusat, lalu buat penjelasan turunannya di cabang pohon.
3. Metode Feynman
Metode Feynman diambil dari nama seorang profesor bernama Richard Feynman, seorang penulis dan fisikawan ternama.
Metode ini dilakukan dengan cara membuat penjelasan sederhana atau contoh konkret dari sebuah konsep.
4. Metode bagan dan kolom
Kamu bisa menggunakan metode ini ketika mempelajari materi yang memiliki kategori yang jelas.
Kamu bisa membuat beberapa kolom dan mengisinya dengan ringkasan informasi.
Metode ini juga biasanya digunakan untuk membandingkan antar konsep materi.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik