Share

3 Tokoh Perumusan Dasar Negara yang Disebut Pancasila

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 01 Juni 2022 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 624 2603099 3-tokoh-perumusan-dasar-negara-yang-disebut-pancasila-3gN72YB7ce.jpg 3 tokoh perumusan dasar negara/Ant

JAKARTA - Berikut ini adalah 3 tokoh yang merumuskan dasar negara Indonesia yang kita kenal sebagai Pancasila.

Perumusan Pancasila sebagai dasa negara berawal dari sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Ketua BPUPKI, dr Radjiman Wedyodiningrat mengajukan suatu masalah sebagai agenda sidang. Masalah itu adalah tentang suatu calon rumusan dasar negara Indonesia yang belum dibentuk.

Kemudian tampillah dalam sidang tersebut tiga tokoh pembicara untuk memaparkan gagasannya mengenai rumusan dasar negara Indonesia merdeka.

Siapa saja ketiga tokoh Indonesia yang merumuskan dasar negara yang kini kita kenal sebagai Pancasila? Simak selengkapnya di sini!

1. Mohammad Yamin

Mohammad Yamin mengemukakan pikirannya tentang dasar negara pada 29 Mei 1945 yang terdiri dari:

1. Peri Kebangsaan

2. Peri Kemanusiaan

3. Peri Ketuhanan

4. Peri Kerakyatan

5. Kesejahteraan Rakyat

Setelah ia berpidato menyampaikan usulannya secara tertulis mengenai rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia.

Dalam rancangan UUD itu tercantum pula rumusan lima asas dasar negara sebagai berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.

3. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

2. Dr Soepomo

Pada tanggal 31 Mei 1945, Profesor Dr. Mr. Soepomo tampil berpidato di hadapan sidang BPUPKI.

Dalam sidangnya tersebut ia menyampai gagasannya mengenai lima dasar negara Indonesia yang terdiri dari:

1. Paham Persatuan

2. Perhubungan Negara dan Agama

3. Sistem Badan Permusyawaratan

4. Sosialisasi Negara

5. Hubungan antar Bangsa yang Bersifat Asia Timar Raya

3. Ir. Soekarno

Sementara itu, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya di hadapan sidang BPUPKI ia mengajukan secara lisan usulan lima asas sebagai Dasar Negara Indonesia yang akan dibentuk, terdiri dari:

1. Nasionalisme atau Kebangsaan Indonesia

2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan

3. Mufakat atau Demokrasi

3. Kesejahteraan sosial dan

5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Lima asas di atas oleh Soekarno diusulkan agar diberi nama Pancasila.

Proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara selalu dilandasi semangat juang yang tinggi.

Perubahan Piagam Jakarta merupakan bentuk kebersamaan dalam proses perumusan Pancasila.

Sikap yang ditampilkan oleh para tokoh pendiri negara pada saat merumuskan Pancasila di antaranya, menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, menerima hasil keputusan bersama, dan mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Hasil usulan dari ketiga tokoh pada sidang BPUPKI tersebut ditampung dan kemudian dibahas lagi pada lingkup kepanitiaan yang lebih kecil. Panitia yang merupakan bentukan BPUPKI tersebut sering dikenal sebagai Panitia Sembilan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini