Share

Penjelasan Ahli ITB Terkait Viralnya Alat Ubah Air Jadi BBM: Tidak Mungkin Tanpa Pasokan Energi

Arif Budianto, Koran SI · Rabu 25 Mei 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 65 2600196 penjelasan-ahli-itb-terkait-viralnya-alat-ubah-air-jadi-bbm-tidak-mungkin-tanpa-pasokan-energi-o1OBwUaQMa.jpg Ilustrasi/Pixabay

BANDUNG - Ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) meragukan temuan alat konversi air menjadi bahan bakar minyak (BBM) bernama Nikuba yang akhir-akhir ini sedang viral di media sosial.

Pihaknya menilai tidak mungkin air menjadi sumber energi tanpa ada campuran apa pun.

"Bahwa bahan bakar dari air itu hoax. Tidak mungkin air menjadi bahan bakar tanpa ada pasokan energi dari luar. Air bukanlah bahan bakar melainkan produk dari hasil pembakaran," kata pembicara dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB Profesor Robert Manurung pada Serial ITB Untuk Bangsa via Zoom, Rabu (25/5/2022).

"Peran air dalam produksi bahan bakar khususnya hidrogen adalah sebagai medium. Melalui pasokan energi lain, air dapat dikonversi menjadi bahan bakar, seperti hidrogen," tambahnya.

Menurutnya, air digunakan sebagai medium atau reaktan untuk menghasilkan H2 pada proses konversi termokimia gas alam (CHa) zat gasifikasi batu bara atau biomassa. Bahwa oksigen nilainya adalah 0.

Air tidak memiliki energi, berbeda halnya jika air dibuat kopi dan bisa menambah energi dari kafeinnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menduga, Nikuba yang ramai diperbincangkan tidak murni mengunakan air, tetapi ada campuran lainnya seperti logam yang dicemplungkan ke dalam air.

Campuran itulah yang diduga menjadi sumber energi.

Justru, kata dua, konversi air menjadi hidrogen sudah dikenal sejak 200 tahun lalu namun melalui penemuan prinsip elektrolisis sekitar tahun 1800, dan prinsip alkaline electrolysis sekitar tahun 1900.

Pengembangan elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen mendapat perhatian yang semakin luas melalui integrasikan energi terbarukan (energy surya dan angin) sebagai sumber energi untuk konversi air secara elektrolisis.

"Elektrolisis secara alkalin (alkaline electrolysis) sudah mencapai teknologi yang dewasa untuk penggunaan energi industrial pada rentang kapasitas MW yang bisa diadaptasikan untuk kebutuhan pasar pada berbagai skala, " beber dia.

Sementara itu ahli dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Tri Yuswidjajanto mengatakan, pihaknya melakukan hitungan hitungan secara detail atas temuan Nikuba. Dari hasil hitungan itu, sulit disebut Nikuba mampu memberi energi untuk perjalanan puluhan kilometer.

"HHO tidak dapat menggantikan Bensin karena produksi HHO terbatas oleh pasokan listrik dari accu. Apalagi kemampuan maksimal dari accu hanya bisa memproduksi 0,7% energi yang diperlukan sepeda motor. Sementara jika produksi HHO ditingkatkan, maka accu akan 'tekor' sehingga sepeda motor akan 'mogok' karena tidak ada pasokan listrik ke busi," jelas dia.

Menurut dia, HHO (H2O) hanya dapat berfungsi sebagai suplemen tetapi andil terhadap efisiensi kemungkinan akan rendah saja.

Apalagi adanya produk reaksi berupa H2O dan adanya uap air yang terikut diam HH dapat memunculkan bahaya korosi pada komponen ruang bakar dan terbentuknya emulsi minyak lumas yang akan meningkatkan laju keausan komponen transmisi daya.

"Perlu dilakukan penelitian lengkap jangka panjang minimal 3x periode ganti minyak lumas, sebelum menggunakan Nikuba. Tapi dalam hal ini saya sangat ingin mengajak diskusi penemu Nikuba untuk sama sama menghitung, sehingga bisa disampaikan kepada masyarakat, " imbuh dia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini