Share

Kisah Atlet Difabel Jadi Peserta UTBK SBMPTN 2022, Nekat Ikut Meski Tak Disetujui Orangtua

Ahmad Antoni, Sindonews · Jum'at 20 Mei 2022 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 624 2597364 kisah-atlet-difabel-jadi-peserta-utbk-sbmptn-2022-nekat-ikut-meski-tak-disetujui-orang-tua-7me6DpIbkC.jpg Riko Wahyu Diyanto saat ikuti UTBK SBMPTN 2022 di Unnes/iNews.id

SEMARANG - Keterbatasan fisik yang dimiliki Riko Wahyu Diyanto, tidak menghalanginya untuk mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impiannya.

Diketahui, ia menjadi peserta difabel pada Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) 2022 di Universitas Negeri Semarang (Unnes) Selasa (17/5/2022).

Riko Wahyu Diyanto sendiri adalah atlet difabel cabang olahraga Boccia Jawa Tengah yang pernah meraih medali perak di PON Papua.

Ia mengaku bermimpi untuk menjadi mahasiswa jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes.


"Mimpi saya ingin menjadi mahasiswa jurusan Psikologi FIP Unnes, untuk itu saya bersemangat untuk mengikuti UTBK di Unnes," kata Riko, Selasa (17/5/2022).

Meski awalnya Riko merasa kesulitan untuk mencari informasi terkait UTBK, namun dengan kegigihannya Riko berhasil mendapatkan informasi tersebut melalui orang terdekat.

.

Dengan terbata-bata, Riko menceritakan respons orang tua yang awalnya tidak menyetujui dirinya mengikuti UTBK karena keterbatasan fisik.

"Jujur respons orang tua sedikit tidak menyetujui karena keterbatasan fisik. Namun saya tetap bersikukuh untuk ikut dan ini menjadi usaha saya dalam mengangkat derajat martabat orang tua saya," katanya.

Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang, namun dijadikan kemajuan.

"Walaupun sebagai anak difabel harus bisa kuliah meski jalan rintangan yang dihadapi berat, saya harus tetep berjuang," ujar Riko.

Dia menilai pelayanan Unnes untuk orang berkebutuhan khusus sangat baik karena dapat melayani dan mengfasilitasi peserta berkebutuhan khusus dengan baik.

"Alhamdulillah Unnes sangat baik dalam memberikan pelayanan, saya dibantu dalam segala hal sehingga saya dapat mengikuti UTBK dengan lancar," ujarnya.

Diketahui Unnes menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2022. Untuk menunjang ujian para peserta, UNNES menyiapkan sebanyak 790 komputer. Selain itu, Unnes juga menyediakan lokasi bagi peserta penyandang disabilitas.

Rektor Unnes Profesor Fathur Rokhman menyampaikan, Unnes sebagai salah satu pusat UTBK memberikan kesempatan kepada peserta yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengikuti UTBK di Unnes.

"Kami membentuk panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk mengatur dan mendukung pelaksanaan UTBK agar berjalan sebagaimana mestinya dan dapat diikuti oleh peserta yang berkebutuhan khusus," kata Profesor Fathur.

"Untuk itu, kami berterima kasih kepada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang mempercayakan kami sebagai salah satu pusat pelaksaanaan UTBK," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini