Share

Disdik Kota Bogor Masih Melarang Para Pelajar Lepas Masker di Sekolah

Antara, · Kamis 19 Mei 2022 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 624 2596541 disdik-kota-bogor-masih-melarang-para-pelajar-lepas-masker-di-sekolah-NFWco57yDi.jpg Ilustrasi/Antara

BOGOR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Jawa Barat, masih belum mengizinkan pelajar melepas masker di lingkungan sekolah meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi kelonggaran untuk masyarakat yang berada di luar ruangan.

"Tetap pakai masker. Mengikuti kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, masker tetap dipakai di ruang terbuka dalam kondisi ramai," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi saat dikonfirmasi ANTARA di Kota Bogor, Rabu (18/5/2022).

Menurutnya, Disdik menilai bahwa setiap sekolah merupakan tempat yang memiliki ruang tertutup yaitu ruang kelas dan ruang terbuka berupa halaman atau lapangan, namun menampung ratusan pelajar setiap hari, sehingga tergolong terlalu ramai di setiap sudutnya.

Apalagi pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA masih riskan untuk bisa disiplin kapan harus menggunakan dan melepaskan masker di tengah kerumunan ketika sudah berkumpul dengan teman-temannya.

Khususnya, kata Hanafi, di tengah isu hepatitis akut yang menyerang anak-anak 1-16 tahun mulai memasuki Indonesia, meskipun hingga saat ini tidak ditemukan di Kota Bogor.

Selain itu, penyebaran Pandemi COVID-19 setelah Lebaran 2022 masih dipantau dan status Kota Bogor masih PPKM level 2.

Meskipun, Presiden Jokowi telah mengumumkan memberi pelonggaran melepas masker hanya berlaku di luar ruangan dan bukan di ruangan tertutup atau transportasi massal.

Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, boleh tidak menggunakan masker.

Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, Presiden Jokowi tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor sebelumnya juga menjelaskan bahwa penularan penyakit hepatitis akut bisa melalui saluran pernafasan dan pencernaan.

Oleh karena, masyarakat diajak tetap melaksanakan protokol kesehatan yakni memakai masker dan menjaga kesehatan lingkungan.

Imbauan penularan dari saluran cerna, Dinkes Kota Bogor menganjurkan masyarakat dan anak usia 1-16 tahun rutin cuci tangan dengan sabun, pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, hindari kontak dengan orang sakit dan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Agar terhindar dari penularan melalui saluran pernafasan, kurangi mobilitas, gunakan masker jika bepergian, jaga jarak dengan orang lain dan hindari keramaian atau kerumunan.

Menurut Hanafi, dengan pertimbangan itu Disdik masih akan menjalankan protokol kesehatan menggunakan masker bagi siswa selama di sekolah dan menerapkan kapasitas pembelajaran tatap muka hanya 50% hingga sebelum tahun ajaran baru, meskipun menurut indikator vaksinasi dan lain-lain sudah boleh 100 persen.

"Kami hati-hati agar penyebaran COVID-19 terkendali dan penyakit baru lain tidak sampai menyerang anak-anak di sekolah," katanya.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini