Share

Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup, Ada Tsunami Hingga Angin Ribut

Rina Anggraeni, Sindonews · Senin 16 Mei 2022 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 624 2594811 bentuk-bentuk-kerusakan-lingkungan-hidup-ada-tsunami-hingga-angin-ribut-floEMuJP4v.jpg Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup (Foto: ANTARA)

JAKARTA - Beragam bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup masuk dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS). Kerusakan lingkungan hidup sendiri disebabkan oleh beberapa faktor.

Diantaranya adaalah oleh bencana alam. Hal ini disebabkan peristiwa alam yang terjadi secara hebat akibat kerusakan yang terjadi. Hingga, memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi di luar pengaruh aktifitas manusia sehingga manusia tidak mampu mencegah terjadinya.

Berikut bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup yang dipengaruhi oleh faktor alam dirangkum Okezone:

 1. Gempa Bumi

Fenomena alam akibat dari adanya gempa bumi belum banyak diketahui oleh orang banyak. Saat ini, Indonesia memang menjadi negara yang rawan gempa bumi dan tsunami karena berada di wilayah 'ring of fire'. Ini artinya Indonesia dikelilingi gunung berapi aktif yang memicu gempa dan tsunami.

Besarnya kekuatan gempa bumi ini dapat diukur dengan alat yang disebut seismograf atau bisa juga disebut dengan seismometer. Dari skala ukuran gempa ini bisa memprediksi efek yang akan terjadi.

2. Gunung Meletus

Letusan gunung berapi merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah erupsi. Bahaya letusan gunung berapi dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami, dan banjir lahar.Gunung berapi akan meletus secara serentak, saat gunung-gunung di Bumi meletus, akan muncul muntahan lahar yang sangat panas.

3. Tsunami

adalah gelombang air besar yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi. Gangguan ini membentuk gelombang yang menyebar ke segala arah dengan kecepatan gelombang mencapai 600–900 km/jam. Awalnya gelombang tersebut memiliki amplitudo kecil (umumnya 30–60 cm) sehingga tidak terasa di laut lepas, tetapi amplitudonya membesar saat mendekati pantai. Saat mencapai pantai, tsunami kadang menghantam daratan berupa dinding air raksasa (terutama pada tsunami-tsunami besar), tetapi bentuk yang lebih umum adalah naiknya permukaan air secara tiba-tiba.

4. Angin Topan

Badai, angin topan, angin puting beliung, angin ribut, dan sejenisnya adalah bencana alam yang disebabkan oleh pergerakan udara yang sangat kencang yang dipicu perbedaan tekanan udara. Bencana ini mengakibatkan kerusakan lingkungan diantaranya robohnya (rusaknya) bangunan dan pepohonan, rusaknya area pertanian dan perkebunan, dan tingginya ombak di laut. (RIN)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini