Share

Crazy Rich Grobogan Joko Sunarto Ungkap Berbagi Bukan Masalah: Tak Harus Menunggu Kaya

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 65 2593500 crazy-rich-grobogan-joko-sunarto-ungkap-berbagi-bukan-masalah-tak-harus-menunggu-kaya-KakhMMAcCn.jpeg Crazy Rich Grobogan hadir di Ngobrol Bareng IKA FH UNS/Istimewa

SOLO - Crazy Rich Grobogan, Joko Sunarto, hadir dalam agenda Ngobrol Bareng yang digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (12/5/2022).

Acara yang bertema Share And Care: The Key of Crazy Rich mengundang Joko Suranto yang juga merupakan alumnus FH UNS angkatan 1993 dan namanya sempat viral karena ia membangun jalan senilai Rp 2,8 miliar melalui dana pribadinya.

Acara tersebut diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dibuka oleh sambutan Dekan FH UNS yang diwakili oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis, dan Informasi FH UNS, Dr. Isharyanto, S.H., M.Hum.

Ia menyambut baik terselenggaranya acara Ngobrol Bareng IKA FH UNS ini.

"Kita telah sama-sama mendengar kiprah dan peran alumnus FH UNS Joko Suranto, yang juga seorang pelaku bisnis sukses. Saya juga banyak memperoleh informasi bahwa Mas Joko ini tak hanya alumnus terkemuka namun juga tak sedikit perannya di IKA UNS," ungkap Dr. Isharyanto.

Dr. Isharyanto mengucapkan terima kasih kepada Joko Suranto yang berkenan berbagi pengetahuan, berbagi komitmen pada kita atas apa yang telah ia lakukan.

Ia juga berharap apa yang disampaikan Joko dapat menjadi tuntunan untuk selalu beramal baik.

Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Umum IKA FH UNS, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.

Ia mengatakan sangat membahagiakan pada malam tersebut dapat dipertemukan dengan alumni FH UNS yang kaya raya namun masih mau berempati.

Ia mengumpamakan semacam oase di tengah musim kemarau yang menyejukkan bangsa Indonesia.

"DNA berbagi yang ada dalam diri Mas Joko, semoga dapat ditumbuh suburkan. Maka dari itu, selepas acara ini dapat menumbuhkan semangat berbagi, semangat berkontribusi setiap hari. Semoga apa yang disampaikan nanti bisa menginspirasi untuk membuat bangsa kokoh juga menguatkan ikatan alumni ini sehingga terus solid," ucap Prof. Zudan.

Selama keberlangsungan acara, Joko menceritakan bagaimana jiwa berbagi bisa melekat dalam dirinya. Ia juga menjelaskan bahwa berbagi bukan masalah seberapa besar angka yang diberi. Tetapi niatkan karena sedekah.

"Kuncinya yakin, fokus, serius, dan konsisten. Ketika mulai berbagi tak harus menunggu kaya. Ungkapan itu hanyalah omong kosong. Kalau nunggu kaya dulu itu pasti eman-eman," kata Joko.

Menurutnya untuk memulai berbagi hal terpenting adalah menetapkan hati untuk berbagi. Kemudian kerjakan karena itu yang membuat kita senantiasa berbagi. Sebagaimana sloganya “hanya yang berjalan yang akan sampai”.

"Memang saat kita memulai melatih diri untuk berbagi itu berat. Tapi dari situ kita menjadi punya keyakinan, kita punya kedisiplinan terlebih dalam mengelola keuangan, dalam menata perilaku kita. Dengan berbagi jadi pengendalian diri, kita menjadi lebih berhemat," tambah Joko.

Selama hidup, ia berprinsip bahwa harus berbagi dan memberi manfaat kepada sekitar kita. Tidak boleh meminta. Serta jangan menjadikan hidup sebagai sebuah beban. Ia juga berlatih untuk bisa berbagi. Dirinya pun mengakui sempat tak ikhlas ketika berlatih untuk berbagi.

"Untuk bisa membiasakan berbagi, pertama menemukan jati diri. Kebesaran hati kamu, kepercayaan diri kamu seperti apa. Kedua lakukan yang terbaik untuk orang tua. Karena nantinya yang terbaik dalam hidup akan diberikan oleh Allah. Ketiga niatkan untuk berbagi. Keempat selalu berprasangka baiklah kepada siapapun," lanjut Joko.

Sebagaimana yang diungkapkannya, untuk berbagi kita harus merumuskan tujuan hidup.

Karena dengan memiliki tujuan hidup akan menjadikan kita orang yang bertarget.

Serta hanya orang yang bertarget yang akan terus fokus. Dan kefokusan ini akan membantu dalam bekerja menjadi sistematis.

Dengan begini kita akan bisa mengejar tujuan yang dicita-citakan.

"Berbuat baik akan menjadi amal jariyah. Berlatih berbagi bisa kita mulai 1 minggu sadaqah Rp 20.000 dalam 1 bulan. Kemudian terus ditambah misalnya saja 2 kali lipat dan dilakukan secara konsiten. Awalnya memang terlihat susah, tetapi ketika sudah dikerjakan maka tidak akan ada yang susah," tutup Joko.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini