Share

Tiga Mahasiswa FTUI Juara Kompetisi Kasus Bisnis Se-Asia Tenggara Karena Inovasi Sabun Cair Ramah Lingkungan

MNC Media, · Selasa 10 Mei 2022 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 65 2591868 tiga-mahasiswa-ftui-juara-kompetisi-kasus-bisnis-se-asia-tenggara-karena-inovasi-sabun-cair-ramah-lingkungan-RuyeSBNHqr.jpeg

JAKARTA - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih juara kedua dalam kompetisi Kasus Bisnis Chemical Enginerring Challenge (IChEC) 2022.

Mereka adalah Cyntia Tan, Angelique Lim, dan Crescencia Melissa yang tergabung dalam Tim Meliora, menciptakan inovasi sabun cair ramah lingkungan dengan bahan dasar dari minyak kelapa dalam kompetisi ini.

IChEC 2022 adalah kompetisi tingkat Asia Tenggara yang memiliki empat jenis perlombaan.

Di antaranya adalah kompetisi plant design, pemecahan masalah, kasus bisnis, dan esai.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (Himatek) Institut Teknologi Bandung (ITB) terdapat 204 tim dari 48 kampus di lima negara Asia Tenggara dan berlangsung sejak 1 November 2021 hingga 5 Maret 2022 yang lalu.

Berdasarkan penelitian, penjualan produk perlengkapan kamar mandi selama pandemi meningkat pesat.

Namun, siklus hidup linier produk memiliki efek merugikan bagi lingkungan dan sabun mandi cair menghasilkan pendapatan tertinggi pada industri perawatan tubuh.

Kebanyak sabun mandi cair di pasaran diformulasikan dengan bahan yang mudah mengiritasi kulit dan merusak lingkungan.

Tim Meliora yang ambil bagian pada kategori Kasus Bisnis mengusulkan produk yang dapat membantu perusahaan yang mereka pilih untuk mengembangkan produk dan memasuki pangsa pasar tertentu.

β€œTim kami memilih salah satu brand di bawah PT Paragon, yakni Wardah. Wardah dikenal sebagai brand kecantikan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Produk yang kami pilih untuk dipasarkan dibawah Wardah adalah produk sabun mandi cair. Kami mengusulkan produk Coco Go! Produk ini merupakan sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar minyak kelapa,” kata Crescencia, ketua tim Meliora.

"Formula sabun mandi yang diproduksi oleh industri kecantikan pada umumnya menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan. Sebut saja, kandungan Sodium Laureth Sulfate sebagai Surfactant yang dapat mengiritasi kulit sensitif dan menurunkan 40% kandungan oksigen apabila limbah produk itu masuk ke dalam air,"

"Oleh karena itu, kami membawa sebuah solusi untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pembuatan sabun mandi tersebut. Kami mengganti penggunaan Surfactant tersebut dengan minyak kelapa. Penggantian bahan baku ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari pembuatan sabun mandi," ungkap Cyntia menjelaskan terkait keunggulan produk Coco Go!

Surfactants berbahan dasar minyak kelapa lebih ekonomis dibandingkan dengan produk yang biasa digunakan. Penggunaan minyak kelapa dapat mengurangi 87% ongkos produksi. Selain itu, pengembangan sabun mandi cair yang berkelanjutan ini adalah kunci dari ekonomi sirkular PT Paragon.

Tak hanya dari bahan dasar yang lebih ramah lingkungan, Tim Meliora juga menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk produk Coco Go!

"Kami menggunakan kemasan yang dibuat dari daur ulang polyethylene terephthalate (rPET). rPET dari hasil daur ulang ini menimbulkan jejak karbon yang lebih rendah dari PET pada umumnya. Jadi, produk Coco Go! yang kami hasilkan benar-benar berprinsip ramah lingkungan, mulai dari bahan hingga pengemasan," kata Angelique.

Atas prestasi mahasiswa UI di kompetisi tersebut, dekan FTUI Profesor Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU mengungkapkan harapannya agar semakin banyak produk-produk riset yang dihasilkan oleh peneliti dan mahasiswa FTUI dapat diadopsi oleh industri.

"Kalau dilihat, inovasi karya anak bangsa sudah cukup banyak tersedia, perlu ada dorongan, perhatian dan dukungan penuh dari semua pihak untuk dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," kata Profesor Heri.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini