Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi: Tidur 7 Jam Baik untuk Paruh Baya dan Lanjut Usia

Agregasi DW , Jurnalis-Selasa, 10 Mei 2022 |08:32 WIB
Studi: Tidur 7 Jam Baik untuk Paruh Baya dan Lanjut Usia
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

Tidur terganggu: Risiko demensia

"Mendapatkan tidur malam yang baik adalah penting di semua tahap kehidupan, tetapi terutama seiring bertambahnya usia," kata Barbara Sahakian, seorang profesor di Universitas Cambridge dan rekan penulis studi tersebut.

Para peneliti mengatakan kurang tidur kemungkinan akan menghambat proses otak untuk membersihkan dirinya dari racun. Mereka juga mengatakan bahwa gangguan pada saat slow wave atau fase tidur nyenyak mungkin bertanggung jawab atas penurunan kognitif.

Ketika tidur nyenyak terganggu, konsolidasi memori terpengaruh dan dapat menyebabkan penumpukan amiloid, protein yang jika gagal berfungsi sebagaimana mestinya dapat menyebabkan "kusut" di otak yang merupakan karakteristik dari beberapa bentuk demensia.

Tidur yang tidak cukup atau berlebihan bisa menjadi faktor risiko penurunan kognitif pada penuaan.

"Meskipun kami tidak dapat mengatakan secara pasti bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur menyebabkan masalah kognitif, analisis kami tampaknya mendukung gagasan ini," kata Jianfeng Feng, seorang ilmuwan otak dan profesor di Universitas Fudan. "Namun, alasan mengapa orang yang lebih tua tidurnya lebih buruk lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kombinasi susunan genetik dan struktur otak kita."

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement