SURABAYA - Jasa pelayanan (Jaspel) bagi guru TPQ dan sekolah Minggu di Kota Surabaya, Jawa Timur akhirnya cair, Kamis 21 April 2022.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, para pendidik TPQ dan sekolah minggu ini diberikan jaspel atau apresiasi Rp500 ribu per bulan. Khusus kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencairkan jaspel selama tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret.
“Jadi, 3 bulan ini belum dicairkan dan saya minta untuk dicairkan bulan ini semuanya, tapi ke depannya saya minta dicairkan tiap bulan, sembari Kemenag dan pemkot melakukan evaluasi, apakah ada perubahan-perubahan di masing-masing TPQ dan sekolah minggu itu,” kata Eri.
Menurutnya, pemberian apresiasi atau jaspel ini berasal dari APBD Surabaya yang dibagikan untuk seluruh guru agama. Bagi dia, ini penting karena ingin mencari berkahnya. “Apalagi, saya sudah meminta tadi sebelum memulai pengajaran dan sesudah pengajaran untuk mendokan Kota Surabaya. Jadi, karena ini pakai APBD Surabaya, ya tolong didoakan Surabaya,” ujarnya.
Di samping itu, Eri menjelaskan bahwa anak didik ini pasti calon pemimpin bangsa. Makanya, ia ingin semua agama membangun karakter anak-anak bangsa, selain dari karakter kebangsaan, ada karakter keagamaan juga.
“Nah, ketika pemimpin sudah berlandaskan agama, maka secara otomatis dia akan selalu untuk kepentingan umat, tidak untuk kepentingan pribadi,” katanya.
BACA JUGA:Perkuat Jiwa Nasionalisme, Jabar Gagas Sekolah Toleransi Pertama di Indonesia
Oleh karena itu, dari agama Islam TPQ maupun sekolah minggu, ada juga Budha dan Hindu dan agama lainnya bersama-sama membentuk karakter anak-anak ini menyesuaikan ajaran agama masing-masing, sehingga dia bisa menerjemahkan keagamaannya itu ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan cara itu, insyallah akan membuat Surabaya adem,” ujarnya.
Makanya, ia berpesan kepada pendidik TPQ dan sekolah minggu itu untuk tidak hanya menghafalkan Alquran. Namun, dia juga ingin anak-anak itu bisa mengamalkan isi di dalam Alquran itu.
“Akan jadi bimbang ketika dia sudah hafal surat-surat tapi tidak tahu maksudnya, sehingga dalam menerjemahkan ke kehidupan mereka tidak akan bisa. Berbeda jika dia sudah hafal dan mengerti maksudnya, maka dia bisa mengamalkan ilmunya itu di dunia nyata,” katanya.
Eri juga yakin apabila ini sudah berjalan dengan semua agama di dalamnya, maka Kota Surabaya ini akan menjadi kota yang baldatun thoyyibatun warobbun ghafur, kota yang aman dan damai. “Saya minta tolong kepada njenengan semuanya bapak-ibu, saya titip betul Kota Surabaya ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Indonesia di Kota Surabaya M. Alfan Nabhan menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya, terutama Wali Kota Eri atas kebijakan memberikan insentif kepada guru ngaji ini. Tentunya, ini sangat berharga bagi para guru ngaji dan guru sekolah minggu.
“Dari sekian kabupaten atau kota di Jawa Timur, memang apresiasi yang diberikan oleh Pemkot Surabaya ini sangat luar biasa dan sangat menghargai kami. Terima kasih support dan atensinya Pak Eri,” kata Alfan.
Ia juga mengapresiasi tantangan yang diberikan Wali Kota Eri kepada para guru TPQ dan guru sekolah minggu, yaitu membuat anak didiknya mengerti dengan kitab yang dipelajarinya. Menurutnya, tantangan ini akan membuat lembaga-lembaga pengajaran itu berbenah, baik dari segi metode pendidikannya maupun administrasi lembaganya, sehingga hasil kinerja atau pembelajaran yang diberikan akan semakin bermanfaat bagi anak didiknya.
“Jadi, ini sebuah tantangan bagi kami, pendidik tidak hanya mengenalkan huruf Alquran dan bisa mengaji, tapi harus bisa mengimplikasikan dalam suatu perbuatan yang berakhlakul karimah secara qurani,” katanya.
(Arief Setyadi )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik