JAKARTA - Perbedaan gerak orogenetik dan gerak epirogenetik tampak jelas. Tektonisme merupakan proses perubahan letak lapisan bumi secara vertikal yang terjadi akibat pergerakan, serta pengangkatan patahan dan lipatan pada struktur tanah di suatu daerah.
Proses tersebut menghasilkan lipatan dan patahan, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Kemudian gerak tektonik merupakan semua gerak naik turun yang mengakibatkan perubahan pada bentuk kulit bumi.
Gerak tektonik juga disebut dengan dislokasi. Berdasarkan kecepatan dan luas daerahnya, tektonisme dibedakan menjadi 2 yakni gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.
1. Gerak Epirogenetik
Gerak Epirogenetik atau Epirogenesa merupakan gerakan yang menyebabkan turun naiknya atau perubahan pada lapisan kulit bumi dengan arah vertikal baik ke atas atau ke bawah yang relatif lambat dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama di suatu daerah yang sangat luas. Gerak epirogenetik terbagi ke dalam dua macam, yaitu:
• Epirogenetik positif
Merupakan gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air naik. Hal tersebut dapat ditemukan di daerah sekitar pantai dan sungai. Seperti misalnya, turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur, seperti Kepulauan Maluku dan pulau-pulau di barat daya Maluku hingga ke Pulau Banda.
• Epirogenetik negatif
Merupakan gerakan naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air turun. Seperti misalnya, Naiknya Pulau Simeulue bagian utara saat gempa di Aceh bulan Desember 2004.
2. Gerak Orogenetik
Gerak orogenetik atau orogenesa merupakan gerakan yang relatif lebih cepat dari gerak epirogenetik. Gerak orogenetik disebut juga gerak pembentuk pegunungan. Gerakan ini menyebabkan terjadinya tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi yang menyebabkan berpindahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa tersebut dapat menyebabkan terjadinya lipatan dan patahan.
(Widi Agustian)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik