Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Ras Bangsa Austronesia yang Menjadi Nenek Moyang Bangsa Indonesia, Siapa Saja?

Rina Anggraeni , Jurnalis-Rabu, 06 April 2022 |11:04 WIB
Dua Ras Bangsa Austronesia yang Menjadi Nenek Moyang Bangsa Indonesia, Siapa Saja?
Ras proto melayu. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Ada dua ras bangsa Austronesia yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia yang jarang diketahui banyak orang. Indonesia memiliki sejarah panjang mengenai peradabannya. Teori asal usul persebaran nenek moyang bangsa Indonesia adalah hal yang penting dipelajari.

Terdapat beberapa kepingan sejarah serta teori mengenai asal usul persebaran nenek moyang bangsa Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia meninggalkan daerah Yunani di sekitar hulu sungai Salwen dan sungai Mekhong yang tanahnya sangat subur diperkirakan karena bencana alam atau serangan dari suku bangsa lain.

Nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai kebudayaan kelautan yaitu sebagai penemu model asli perahu bercadik yang merupakan ciri khas kapal bangsa Indonesia.

Orang-orang Austronesia yang memasuki wilayah Nusantara dan kemudian menetap disebut bangsa Melayu Indonesia. Mereka inilah yang menjadi nenek langsung bangsa Indonesia sekarang. Bangsa Melayu itu dapat dibedakan menjadi dua suku bangsa, yaitu Proto Melayu (Bangsa Melayu Tua) dan Deutero Melayu (Bangsa Melayu Muda).

Berikut dua ras bangsa Austronesia yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia yang dirangkum Okezone:

1. Proto Melayu

Bangsa Melayu Tua adalah orang-orang Austronesia dari Asia yang pertama kali datang ke nusantara pada sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Melayu Tua memasuki wuilayah nusantara melalui 2 jalur, yaitu jalur barat melalui Malaysia-Sumatera dan jalur timur lewat Filipina-Sulawesi.

Bangsa Melayu Tua memiliki kebudayaan yang lebih tinggi dari pada manusia purba. Kebudayaan bangsa Melayu Tua disebut kebudayaan batu baru atau neolithikum, yang pembuatannya sudah dihaluskan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement