Share

5 Negara dengan Sistem Pendidikan Terburuk, dari Mali hingga Angola

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 03 April 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 624 2570800 5-negara-dengan-sistem-pendidikan-terburuk-dari-mali-hingga-angola-Ir9tO87cVh.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pendidikan adalah suatu keharusan bagi tiap individu. Tapi faktanya, tidak semua orang berkesempatan mengenyam pendidikan. Di beberapa negara, keterbatasan biaya, fasilitas yang tidak memadai, tidak ada akses, hingga kurangnya tenaga kerja pendidik membuat pendidikan jadi terhambat dan tertinggal di era yang sudah modern ini.

Adapun cara melihat rendahnya sistem pendidikan suatu negara diukur dari rendahnya jumlah pendaftar ke perguruan tinggi, buta huruf orang dewasa yang tinggi, nilai ujian, indeks pembangunan pendidikan rendah, ketiadaan alokasi dana ke sektor pendidikan, hingga adanya korupsi.

Berikut adalah negara-negara dengan sistem pendidikan terburuk, dilansir dari berbagai sumber.

• Mali

Mali berada di Afrika bagian Barat. Negara bekas jajahan Prancis ini memiliki populasi sekitar 20.250.833 orang di tahun 2020. Sistem pendidikannya menjadi yang terburuk di dunia. Tingkat partisipasi sekolah dasar hanya 61%, dan perkiraan melek hurufnya 27-46,4%.

Negara ini memiliki banyak sistem pendidikan, sehingga sulit meleburnya jadi satu sistem pendidikan yang padu dan membuat kurangnya standar pendidikan di negara tersebut.

• Burkina Faso

Di Burkina Faso, hanya 29% orang dewasa yang melek huruf dan hanya 2% warga negara yang bersekolah hingga sekolah menengah. Beruntungnya, saat ini Burkina Faso tengah melakukan serangkaian perbaikan untuk meminimalisir kesenjangan gender dalam pendidikan, dan mendapatkan dukungan dan kebijakan pemerintahan.

• Ethiopia

Negara Ethiopia berbatasan dengan Somalia, Eritrea, Dijbouti, Kenya, Sudan, dan Sudan Selatan. Mayoritas penduduk Ethiopia buta huruf, tidak terampil, dan memiliki pekerjaan yang buruk. Selain itu, Ethiopia memiliki populasi buta huruf tertinggi di Afrika.

Tingkat melek huruf negara ini mencapai 49,1% pada 2015, dengan rata-rata anak kelas 5 hanya bisa membaca dan menulis kata sederhana. Baru-baru ini Dewan Eksekutif Bank Dunia telah menyetujui pembiayaan untuk Ethiopia demi mengubah kualitas pendidikan mereka dengan investasi sebesar USD550 juta.

• Chad

Populasi negara Chad mencapai 16.244.513 orang pada tahun 2020, namun sistem pendidikan mereka dikatakan jauh lebih buruk dari negara-negara lain di Afrika. Pendidikan mereka gratis, tapi anak-anak harus berangkat sekolah tanpa sarapan, karena sekolah tidak mampu menyediakan sarapan.

Akibatnya, banyak siswa di Chad yang tidak tertarik pergi ke sekolah. Jumlah melek hurufnya hanya sebesar 33% dan lebih dari 50% penduduknya buta huruf. Selain itu, 53% anak usia 5-14 adalah pekerja usia anak.

• Angola

Tingkat melek huruf di Angola sebesar 71,1% pada perkiraan 2015. Menurut UNESCO, Angola berada di peringkat 111 yang menunjukkan bahwa negara ini memiliki kesulitan sistem pendidikan. Saat ini Angola telah mendapat suntikan investasi asing dari industri minyak, berupa didirikannya universitas negeri yakni Universitas Agostinho Neto.

Diharapkan dengan adanya universitas tersebut, bisa memberikan pendidikan yang berkualitas pada masyarakat Afrika.

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini