Share

Sederet Ilmuwan Ternama dari Rusia, dari Ahli Nuklir hingga Penemu Antibiotik Pertama

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 07 Maret 2022 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 04 624 2556258 sederet-ilmuwan-ternama-dari-rusia-dari-ahli-nuklir-hingga-penemu-antibiotik-pertama-dh5T8ETqe2.jpg Ilustrasi Bendera Rusia. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Sejak masih berbentuk Uni Soviet, Rusia telah banyak menghasilkan ilmuwan yang memberikan kontribusi pada kemajuan dunia ilmu pengetahuan. Berikut beberapa ilmuwan ternama Rusia yang namanya dikenang publik dunia.

Dmitri Mendeleev

Dmitri Mendeleev (1834-1907) dikenal sebagai ahli kimia Rusia yang mengembangkan klasifikasi periodik unsur. Ia menyusun semua unsur kimia yang diketahui menurut kenaikan berat atom dan menemukan bahwa tabel yang dihasilkan menunjukkan pola berulang, atau periodisitas, sifat-sifat dalam kelompok unsur.

Semula, sistem periodik Mendeleev itu tidak menarik minat para ahli kimia. Namun dengan ditemukannya unsur-unsur yang diprediksi, terutama galium pada tahun 1875, skandium pada 1879, dan germanium pada 1886, ia mulai diterima secara luas.

Dalam versi tabel periodik tahun 1871, Mendeleev memang meninggalkan celah di tempat-tempat di mana ia percaya unsur-unsur yang tidak diketahui akan menemukan tempatnya. Ketika Mendeleev meninggal pada tahun 1907, ia telah mendapat pengakuan internasional dan berbagai penghargaan atas kontribusinya tersebut.

Sofia Kovalevskaya

Sofia Kovalevskaya (1850-1891) adalah ilmuwan Rusia di bidang matematika. Ia merupakan perempuan pertama di Eropa yang meraih gelar doktor dalam ilmu matematika, sekaligus perempuan pertama yang ditunjuk sebagai profesor matematika dan yang pertama bergabung dalam dewan redaksi jurnal ilmiah.

Sofia membuat terobosan dengan menemukan serangkaian penemuan di dunia matematika. Ia mendapat pengakuan dalam komunitas matematika Eropa atas makalahnya mengenai persamaan diferensial parsial.

Makalah tersebut berisi apa yang sekarang dikenal sebagai teorema Cauchy-Kovalevskaya, yang memberikan kondisi untuk keberadaan solusi bagi kelas tertentu dari persamaan diferensial parsial. Pada 1888, Sofia dianugerahi Prize of Royal Swedish Academy of Sciences untuk tesisnya tentang gerak tubuh kaku yang dapat diintegrasikan.

Zinaida Yermolyeva

Berkat jasa Zinaida Yermolyeva (1898-1974), Rusia berhasil mengembangkan antibiotik Rusia pertama, crustosin. Crustosin mempunyai kemiripan dengan antibiotik penisilin yang diciptakan Howard Florey. Pada 1944, ketika Florey membandingkan antara crustosin dan penisilin, ia menemukan bahwa crustosin bukan hanya tidak lebih buruk dari penisilin, namun juga lebih efektif. Karena sangat terkesan, Florey pun menjuluki Yermolyeva "Nyonya Penisilin".

Yermolyeva, yang merupakan salah satu pendiri mikrobiologi Rusia, mengabdikan hidupnya untuk memerangi penyakit. Pada 1922, ia hampir mengorbankan nyawanya saat meneliti cara tertular infeksi kolera yang ketika itu mewabah. Dengan sengaja ia meminum air yang mengandung vibrios koleroid. Namun, eksperimennya yang berani ini menuai hasil.

Standar modern klorinasi air pun dibuat. Pada 1939, ketika dikirim untuk bekerja di Afghanistan, Yermolyeva menemukan metode diagnosis cepat kolera dan obat yang efektif. Tidak hanya melawan kolera, tetapi temuannya itu juga mampu melawan demam tifoid dan difteri.

Andrei Sakharov

Membicarakan bom buatan Rusia, tidak bisa dilepaskan dari fisikawan nuklir Andrei Sakharov (1921-1989). Sakharov yang mewarisi kecintaan fisika dari sang ayah, termasuk dalam lingkaran elite ilmuwan negaranya. Proyek rahasia seperti pembuatan senjata nuklir menjadi bagian pekerjaannya. Sakharov kemudian dikenal sebagai tokoh kunci dalam pembuatan bom hidrogen. Bom yang diberi nama RDS-37 rancangan Sakharov merupakan bom hidrogen dua tahap pertama Uni Soviet.

Ketika akan digelar uji coba bom atom oleh Soviet pada 1961, Sakharov lantang menentang rencana itu. Namun, uji coba Tsar bomba tetap dilakukan. Bom tersebut memiliki kekuatan 50 megaton TNT dan menjadi bom terkuat yang pernah diledakkan di dunia. Sakharov pun dicap pembangkang. Ia beralih menjadi aktivis perdamaian dan hak asasi manusia. Pada 1975, Andrei Sakharov mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian.

Ivan Pavlov

Ivan Pavlov (1849-1936) merupakan salah satu tokoh terkenal dalam teori behavioristik. Pada 1980-an, Ivan Pavlov menemukan teori pengondisian klasik (classical conditioning). Teori itu ia dapatkan ketika melakukan eksperimen pada seekor anjing.

Menurutnya, anjing dan manusia memiliki kesamaan, di antaranya adalah pada proses belajar. Berdasarkan teori yang dikembangkan Pavlov, manusia dapat dikondisikan sedemikian rupa. Dalam pengondisian tersebut, latihan dan pengulangan dilakukan agar perilaku yang diinginkan menjadi sebuah kebiasaan.

Pada tahun 1904, Pavlov dianugerahi Hadiah Nobel atas kontribusinya dalam bidang fisiologi pencernaan. Pavlov juga diberi gelar doktor kehormatan di Universitas Cambridge pada 1912 dan keanggotaan kehormatan berbagai perkumpulan ilmiah di luar negeri. Atas rekomendasi Akademi Medis Paris, Ivan Pavlov mendapat anugerah Ordo Legiun Kehormatan pada 1915.

Rahmi Rizal/Litbang MPI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini