KUALA KURUN - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah memiliki ekstrakurikuler baru yakni budi daya maggot atau larva lalat jenis Black Soldiers Fly.
"Situasi yang menyulitkan masyarakat, dalam hal ini pembudidaya ikan, adalah mahalnya harga pakannya,” ucap Kepala SMAN 1 Kurun Batuah di Kuala Kurun, Senin (7/2).
Batuah mengatakan sebelumnya, SMAN 1 Kurun telah memiliki ekstrakurikuler (ekskul) budi daya ikan. Selama pembudidayaan mereka turut merasakan bahwa harga pakan ikan terbilang mahal di Kuala Kurun, yakni sekitar Rp380 ribu per sak.
Guna menekan biaya pengeluaran dalam hal ini pembelian pakan, mereka mencari pakan alternatif yang lebih murah, namun tidak kalah bergizi bagi ikan. Dari berbagai referensi, diketahui maggot bisa menjadi pakan alternatif.
Baca juga: Studi Baru Ungkap Remaja Ikut Ekstrakurikuler Miliki Kesehatan Mental Lebih Baik
Hal itu juga didukung adanya seorang guru SMAN 1 Kurun yang memang sudah membudidaya maggot, dan guru yang bersangkutan mau membagikan ilmunya melalui ekskul budi daya maggot.
Baca juga: Dinkes DKI Dorong Gerakan Cuci Tangan Masuk Kegiatan Ekskul
Selanjutnya dilakukan persiapan sarana dan prasarana, sekitar satu bulan lalu. Untuk indukan awalnya dibeli dari luar dan saat ini sudah menetas, menjadi maggot dan sebagian sudah menjadi pupa.