Share

Presiden Jokowi Minta PTM Dievaluasi, Anies: Kita Monitoring Terus

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 01 Februari 2022 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 624 2541001 presiden-jokowi-minta-ptm-dievaluasi-anies-kita-monitoring-terus-XgB3e8Xoou.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto : MPI)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Kita sedang monitoring terus dan kalo kita lihat perjalanan selama ini. satu, salah satu faktor untuk menetapkan pengetatan adalah tentang keterisian di rumah sakit. Untuk kita mencegah penularan maka kita taati protokol kesehatan," kata Anies di Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (1/2/2022).

"Nah ketika terjadi peningkatan dalam keterisian rumah sakit, maka pengendaliannya adalah dengan mengurangi mobilitas. itu pengalaman selama satu srtengah tahun hampir dua tahun ini," sambungnya.

Saat ini Anies dan jajaran Pemprov DKI tengah memonitoring tentang keterisian rumah sakit.

"Kemudian apabila terlihat ada tren yang berubah meningkat secara signifikan sehingga mengkhawatirkan dari sisi kapasitas rumah sakit, maka bisa dilakukan pengetatan. jadi selama ini cara mengambil keputusannya begitu," jelasnya.

Anies bernostalgia pada periode Juni-Juli 2021. Di mana saat varian Delta 'mengamuk' rumah sakit pun langsung penuh.

"Kita ingat ketika di bulan juni-juli lalu ketika jumlah tempat tidur untuk perawatan dibutuhkan meningkat signigikan, kemudian kita harus meningkatkan kapasitas, dan itu berlomba jumlah kebutuhan dengan kapasitas yang harus kita siapkan," tambah Anies.

Anies membandingkan antara saat menangani varian deltan dengan Omicron.

"Saat ini situasinya masih bisa terlihat, dibilang, secara jumlah masih relatif agak kecil.nah kita pantau ke depan tapi tidak menutup semua kemungkinan," tutupnya.

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo meminta adanya evaluasi atas pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Hal itu disampaikannya saat membuka rapat terbatas evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara virtual dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin 31 Januari 2022, sebagaimana dilansir di laman resmi setkab.go.id.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini