Share

Kecil-Kecil Cabai Rawit! Ini Sederet Anak yang Sudah Menjadi Aktivis

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 01 Februari 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 624 2540612 kecil-kecil-cabai-rawit-ini-sederet-anak-yang-sudah-menjadi-aktivis-qceIfeKkbz.jpg Aeshina Azzahra, aktivis cilik yang mendunia. (Foto: Instagram Aeshina)

JAKARTA - Aktivis adalah sosok yang memperjuangkan kepentingan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. Tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, ada banyak anak dari penjuru dunia yang telah berkiprah sebagai aktivis untuk memajukan lingkungan sekitarnya.

Berikut adalah beberapa di antaranya.

• Aeshnina Azzahra Aqilani

Siswa SMP asal Gresik, Jawa Timur ini merupakan aktivis lingkungan yang berfokus pada pengelolaan sampah. Sejak SD, gadis cilik yang biasa disapa Nina ini telah giat menyuarakan pendapat dan perhatiannya terhadap lingkungan.

Berawal dari suratnya kepada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Nina menyadari bahwa menulis itu mudah dan semua orang bisa menulis. Pada 2019, Nina menulis surat yang ditujukan kepada mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam tulisannya, ia menyebutkan keinginannya agar negara maju berhenti mengirimkan sampahnya ke Indonesia dan meminta pertanggungjawaban lebih lanjut mengenai hal ini. Ia juga pernah diundang ke berbagai acara mancanegara, seperti hadir sebagai pembicara di Plastic Health Summit 2021 yang diadakan di Amsterdam.

Ia juga pernah datang ke Inggris untuk menghadiri COP26, konferensi perubahan iklim PBB 2021.

• Greta Thunberg

Gadis asal Swedia ini merupakan salah satu aktivis anak yang banyak mencuri perhatian publik akibat aksi demonya di depan gedung DPR Swedia pada Agustus 2018. Ia izin dari sekolah selama sebulan dan mengadakan demo terkait krisis iklim.

Aksinya yang ramai diperbincangkan warga internet membuat ia menjadi wajah bagi gerakan aktivisme kaum muda. Pada Desember 2018, sebanyak 20.000 murid dari berbagai belahan dunia telah mengikuti langkahnya.

Mereka izin dari sekolah untuk melayangkan protes akan lingkungan. Keberanian Thunberg juga menginspirasi Global Climate Strike, aksi yang telah diselenggarakan lebih dari 4 ribu kali di 139 negara.

• Licypriya Kangujam

Lahir di India pada 2 Oktober 2011, Licypriya telah menjadi seorang aktivis lingkungan di usianya yang belum genap menginjak angka 10 tahun. Pada Juli 2018, gadis cilik yang saat itu belum genap berusia 7 tahun ini pergi ke depan Gedung Parlemen India untuk melayangkan protes mengenai kegelisahannya atas perubahan iklim.

Ia aktif meminta pemerintah India untuk menetapkan hukum mengenai perubahan iklim. Setiap minggu, ia membawa spanduk berisi keresahannya itu.

• Alexandria Villasenor

Alexandria merupakan pendiri Earth Uprising, sebuah gerakan peduli lingkungan. Ia mulai mempelajari tentang perubahan iklim setelah kunjungannya ke California pada tahun 2018. Kebakaran hutan yang terjadi kala itu membuat penyakit asmanya kambuh.

Sejak saat itulah ia mulai mencari tahu tentang penyebab kebakaran tersebut. Ketika mengetahui bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh perubahan iklim, ia rutin melakukan kegiatan Fridays for Future yang dicetuskan Greta Thunberg.

Selain mendirikan Earth Uprising, Alexandria juga merupakan salah satu pendiri US Youth Climate Strike. Namanya dinobatkan sebagai salah satu dari perempuan yang berjasa memulihkan bumi oleh Global Landscapes Forum.

Andin Danaryati/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini