Share

Sederet Tokoh Indonesia dengan Prestasi Mendunia, dari Sri Mulyani hingga Novalia Pishesha

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 22 Januari 2022 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 65 2534683 sederet-tokoh-indonesia-dengan-prestasi-mendunia-dari-sri-mulyani-hingga-novalia-pishesha-GupVQEd1Dp.jpg Sri Mulyani. (Foto: Ant)

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi tidak terbatas, baik dari kekayaan sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Negeri ini memiliki bibit-bibit unggul penerus bangsa yang patut diacungi jempol karena prestasi yang telah mereka torehkan, baik di dalam negeri dan di luar negeri.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa tokoh inspiratif yang telah menorehkan prestasi hingga ke kancah dunia.

• Novalia Pishesha

Junior fellow atau peneliti junior di Society of Fellows Harvard University ini berhasil menemukan komponen vaksin Covid-19 baru yang lebih kompatibel dengan teknologi yang ada di Indonesia. Penemuan Novalia Pishesha ini terjadi pada 2021 lalu, dan diklaim lebih murah dan mudah untuk diproduksi di dalam negeri, sehingga membuat proses distribusi menjadi lebih mudah.

Awal November 2021, ia menerbitkan jurnal mengenai kandidat vaksin Covid-19 ini pada jurnal PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America).

• Sri Mulyani

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani adalah salah satu menteri yang banyak mendapatkan penghargaan di kancah dunia. Salah satu penghargaan yang ia terima adalah sebagai Best Minister in the World Award yang diselenggarakan oleh World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, tahun 2018.

Jauh sebelum itu, tepatnya pada 2008, Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai salah satu pemimpin berpengaruh dalam perkembangan Asia atau Leader in Rising Asia. Penghargaan ini diberikan oleh Singapore Institute of International Affair (SIIA) atas kontribusinya dalam bidang ekonomi, kebijakan publik, dan tata kelola pemerintahan.

• Mischa Aoki dan Devon Kei

Kakak beradik ini mengharumkan nama Indonesia karena berhasil memenangkan olimpiade matematika tingkat dunia mewakili negeri ini.

Devon Kei berhasil memenangkan Diamond Medal, dan Mischa Aoki memenangkan Silver Medal di kejuaraan yang sama, yakni International World Mathematics Invitational WMI 2021 untuk Indonesia. Pencapaian ini sekaligus merupakan hadiah kemerdekaan Indonesia yang merayakan dirgahayu ke-76 tahun lalu.

• Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Nama keduanya santer menjadi perbincangan masyarakat setelah meraih medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020, yang berlangsung pada 2 Agustus 2021. Prestasi ini mencetak sejarah dalam dunia bulutangkis Indonesia di olimpiade, sebab Indonesia mampu meraih medali emas di nomor ganda putri.

Pencapaian ini membuat Greysia dan Apriyani menjadi atlet putri asal Indonesia ketiga dan keempat yang berhasil memenangkan medali emas dalam olimpiade setelah Susi Susanti dan Lilyana Natsir.

• Nadiem Makarim

Perannya sebagai pendiri Gojek mengantarkan Nadiem Makarim untuk meraih penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 dalam kategori inovasi ekonomi dan bisnis di Tokyo, Jepang, pada 2019. Penghargaan ini diberikan pada individu dan organisasi yang berkontribusi dalam mengembangkan kawasan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia.

Dengan penghargaan ini, Nadiem menjadi anak bangsa pertama dan peraih penghargaan termuda sepanjang sejarah Nikkei Asia prize. Nadiem juga pernah dianugerahi penghargaan The Straits Times Asian of the Year pada 2016.

• Joey Alexander Sila

Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia telah sukses mencuri perhatian dunia karena kepiawaiannya dalam menekan tuts piano.

Pemuda yang memiliki kampung halaman di Bali ini juga berhasil memenangkan Grand Prix 1st International Festival Contest of Jazz Improvisation Skill yang dilaksanakan pada 5 hingga 8 Juni 2013 lalu di Odessa, Ukraina. Di usianya yang masih belia, ia mampu mengungguli 43 peserta lain yang berasal dari berbagai belahan dunia.

• Adi Utarini

Salah seorang akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Adi Utarini, menorehkan prestasinya di kacah internasional. Ia merupakan peneliti Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) di UGM.

Pada Desember 2020, Adi Utarini meraih penghargaan sebagai 10 peneliti paling perpengaruh di dunia oleh jurnal ilmiah Nature atas sumbangsihnya dalam penelitian mengenai pengurangan demam berdarah dengue melalui intervensi nyamuk dengan bakteri Wolbachia di Yogyakarta.

Selain itu, melansir Okezone, ia juga masuk ke dalam daftar 100 orang berpengaruh di dunia tahun 2021 versi majalah TIME.


Andin Danaryati/Litbang MPI

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini