Catat! Ini Tips Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi dari Pakar UGM

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Sabtu 15 Januari 2022 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 65 2532661 catat-ini-tips-menjaga-kesehatan-organ-reproduksi-dari-pakar-ugm-AUuMeknBDP.jpg Ilustrasi (Foto: cathaydrug/sindonews)

JAKARTA - Kesehatan organ reproduksi merupakan hal penting dan harus dijaga. Sebab hal ini terkait dengan bagaimana menjamin keberlangsungan hidup manusia dari generasi ke generasi. Sehingga generasi berikutnya bisa lebih berkualitas dibanding dengan generasi pada saat ini.

Elsi Dwi Hapsari dari Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) mengatakan, kesehatan reproduksi telah dijelaskan dalam UU No 36/ 2009 tentang Kesehatan. UU tersebut menyatakan kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh.

Baca Juga:  Malaadministrasi Ujian Skripsi Diduga Terjadi di Fakultas Hukum Unsrat

Tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan. Dengan memahami kesehatan reproduksi dengan baik, bisa menghindari penyakit yang bisa ditimbulkan, seperti infeksi menular seksual dan bisa mencegah terjadinya infertilitas.

“Kalau kita tidak memahami dan mempraktikkan dengan baik, kita akan terbawa ke pergaulan bebas, seks pra-nikah, dan melakukan tindakan ekstrem misalnya melakukan aborsi yang justru bisa membahayakan kesehatan,” ujarnya melansir laman resmi UGM di ugm.ac.id, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga:  Reboisasi Hutan Lindung, PTPN V Gandeng Mahasiswa Ekonomi Mapala

Menjaga kesehatan reproduksi penting bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, untuk praktik perawatannya, ujarnya, terdapat beberapa perbedaan. Secara umum untuk menjaga kesehatan reproduksi, bagi laki-laki dianjurkan untuk disunat untuk mencegah infeksi menular seksual dan menurunkan risiko terkena kanker penis.

Sedangkan bagi perempuan disarankan agar menjaga kelembaban daerah kewanitaan, memakai celana dalam yang mudah menyerap keringat, rutin mengganti pakaian dalam dan pembalut terutama ketika menstruasi. Selain itu, jangan lupa mencuci tangan sebelum dan sesudah mencuci organ reproduksi.

“Cara membersihkan organ reproduksi untuk perempuan yaitu dari daerah depan ke belakang. Kalau perempuan memang lebih pendek antara saluran untuk membuang air kecil, buang air besar dan untuk melahirkan sehingga risiko untuk terjadinya infeksi akan menjadi lebih tinggi. Perlu diperhatikan cara membersihkannya,” tutur Elsi.

Bagi yang aktif secara seksual, Elsi menyebutkan bahwa terdapat tambahan yang perlu diperhatikan.

“Bagi yang aktif secara seksual, bagi perempuan disarankan untuk buang air kecil dan besar sebelum melakukan hubungan seksual, yang sudah menikah harus rutin melakukan pemeriksaan tasmir. Kalau belum menikah usahakan jangan berhubungan seksual dulu, setia pada pasangan (tidak gonta-ganti), kalau melakukan hubungan seksual harus ada barrier (kondom), dan harus saling terbuka pada pasangan pernah ada keluhan apa saja,” ujarnya.

Elsi menambahkan, remaja juga perlu mengetahui informasi dan pengetahuan organ reproduksi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan misalnya kehamilan yang tidak dikehendaki, infeksi menular seksual dan sebagainya.

“Remaja kan sudah mulai mengenal lawan jenis dan mulai menyayangi, jadi remaja harus belajar bagaimana pacaran yang sehat, belajar bagaimana memelihara organ reproduksinya, dan perilaku seksual yang baik bagaimana,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini