Share

Erick Thohir Ajak Mahasiswa Gotong Royong Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Mohammad Adrianto S, Okezone · Minggu 09 Januari 2022 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 09 65 2529549 erick-thohir-ajak-mahasiswa-gotong-royong-wujudkan-visi-indonesia-emas-2045-kumHpBibYc.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

MEDAN - Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan pesan terkait pembangunan Visi Indonesia Emas 2045 di hadapan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Mantan pemilik klub Inter Milan tersebut menjelaskan bahwa visi ini tidak akan bisa tercapai tanpa adanya gotong royong dari generasi muda Indonesia.

BACA JUGA: Waspada! Erick Thohir Ingatkan Ekonomi Indonesia Lampu Kuning pada 2038

"Untuk mewujudkan cita-cita 2045 ada hal yang benar-benar harus kita gapai. Itu tidak mungkin kalau kita tidak bersatu, bergotong royong, untuk memastikan cita-cita itu bisa kita dapatkan," ujar Erick, Minggu (9/1/2022).

Mengutip dari berbagai sumber, Indonesia Emas 2045 adalah visi Presiden Joko Widodo untuk membangun negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.

Lebih lanjut, Erick menekankan kepada seluruh stakeholder yang ada, baik pejabat dan masyarakat untuk berjalan bersama melewati rintangan agar visi ini dapat tercapai di tahun 2045 mendatang.

"Cita-cita kalau tidak ada langkah yang kita lakukan hanya mimpi karena kalau mimpi itu ada yang tercapai dan tidak tercapai. Itulah pentingnya kita kenapa juga harus melihat apa yang menjadi rintangannya," lanjutnya.

BACA JUGA: USU Raih Peringkat ke-19 Universitas Terbaik di RI, versi QS AUR 2022

Menurut Erick, Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap sumber daya alam (SDA). Dirinya menganggap ini menjadi salah satu rintangan yang harus dilalui oleh Bangsa Indonesia untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Erick berharap agar terciptanya alternatif lain untuk menyiasati hal tersebut. Dirinya mengatakan ini karena kemajuan IPTEK yang begitu cepat dan tak terbendung.

"Tantangan kita ke depan justru di knowledge based economy, di mana sekarang era manusianya yang menjadi pusat pertumbuhan, inovasi manusianya yang menjadi pusat pertumbuhan. Tidak bisa hanya mengandalkan pasar dan SDA," tutupnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini