Share

Universitas Brawijaya Buka 2 Fakultas Baru pada 2022

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 31 Desember 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 65 2525415 universitas-brawijaya-buka-2-fakultas-baru-pada-2022-0C79Z6sr4z.jpg Universitas Brawijaya. (Avirista Midaada)

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) akan membuka dua fakultas pada 2022, sebagai upaya perubahan di bidang akademik setelah status UB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Aulanni’am memaparkan, dua fakultas tersebut adalah Fakultas Ilmu Kesehatan dengan program studi Keperawatan dan Gizi, serta Fakultas Vokasi.

"Ketika UB masih berstatus BLU, pengajuan usulan prodi harus melalui website Silemkerma Dikti. Namun, ketika sudah berstatus PTNBH, pengajuan usulan prodi sudah bisa kami lakukan di tingkat universitas," kata Aulani'am, melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat pagi (31/12/2021).

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani mengungkapkan, saat ini dengan status UB yang baru tidak menempatkan UB dalam jajaran pemain pemula.

"Status baru ini tidak menempatkan UB sebagai pemain pemula seharusnya kami sudah berada di atas semua perguruan tinggi yang terlebih dahulu berstatus PTNBH," katanya.

Hal ini karena sudah banyak persiapan yang telah dilakukan UB sejak masih menjadi perguruan tinggi BLU. Prof Nuhfil Hanani optimistis dan siap dengan status baru, karena sudah mempersiapkan semuanya sejak UB masih menjadi BLU.

"Seumpama membangun rumah, maka pondasi-pondasi hingga bangunannya sudah jadi dan berdiri tinggal mengisi perabot yang ada didalamnya," ujarnya.

Selain perubahan di bidang akademik, beberapa perubahan juga akan dilakukan seperti di bidang SDM dan keuangan.

Di sisi lain Wakil Rektor II bidang Umum dan Keuangan, Prof Drs Gugus Irianto memastikan, tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) seperti yang selama ini beredar dan akan ada perubahan struktur organisasi baik di tingkat universitas maupun pada level kepegawaian.

Di tingkat universitas, UB mempunyai tiga organ yaitu Majelis Wali Amanat (MWA), Rektor dan Senat Akademik Universitas (SAU). Sedangkan pada level kepegawaian akan ada perubahan struktur yang disesuaikan dengan Organisasi dan Tata Kelola (OTK) yang telah disahkan.

Dari segi keuangan, mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini mengungkapkan UB tetap memperhatikan masyarakat dengan sejumlah anggaran yang telah disiapkan.

Baca Juga : 6 Beasiswa Kedokteran UB, Mahasiswa Silakan Manfaatkan!

"Kita menyiapkan anggaran lebih dari 25 persen bahkan jauh lebih banyak dari itu yang dapat bantuan sehingga tidak ada alasan kuliah di UB tidak punya uang," ujar dia.

Prof Gugus menambahkan, dengan status baru UB sebagai PTNBH, prinsip yang dipegang UB tetap tidak mencari keuntungan atau nirlaba.

"PTN status apapun itu di Indonesia adalah sesuatu yang prinsipnya tidak mencari keuntungan atau nirlaba. PTNBH apapun namanya universitas kita tetap memperhatikan aturan-aturan berlaku," tuturnya.

Ia menjelaskan, perbedaannya dibandingkan dengan universitas satker dan BLU, UB lebih fleksibel dalam mengatur organisasinya.

"Insya Allah dengan sumber pendanaan dari inovasi dan bidang usaha yang dimiliki UB, akan bisa membantu UKT mahasiswa. Saat ini ada 30 persen lebih mahasiswa yang mempunyai keringanan UKT," bebernya.

Sedangkan dalam bidang kemahasiswaan, Wakil Rektor III mengatakan tidak ada yang berubah dalam kegiatan kemahasiswaan. Namun di tahun 2022, bidang kemahasiswaan akan ada dua di rektorat yaitu kemahasiswaan, pengembangan karier dan alumni.

Hal ini yang membuat Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPKK) akan dilebur menjadi Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni. "Jadi UPKK sudah tidak ada. Dia jadi direktorat dan dibawah WR III," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini