Melalui konfirmasi data molekular dan morfologi spesimen baru yang dikoleksi sejak 2010 dan 2018 dengan spesimen lama yang dikoleksi sejak 1916, Anang bersama rekannya berhasil mengidentifikasi sekitar 21 jenis celurut dari Sulawesi, yang mana 14 celurut diantaranya termasuk jenis baru.
Baca juga: Menjawab Permasalahan Kesehatan dan Pangan, BRIN Siapkan Dua Organisasi Riset Baru
"Penemuan ini menambah keanekaragaman celurut Sulawesi menjadi tiga kali lebih banyak daripada yang diketahui dari pulau lain mana pun," ujar Anang.
Penemuan itu menambah informasi dan inventarisasi jenis fauna, khususnya mamalia di Indonesia. Penelitian lanjutan tentu perlu dilakukan untuk mengungkapkan lebih banyak kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia.
(Susi Susanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik