Share

Bikin Bangga! ITS Raih Grand Prix di Kompetisi Robotika Dunia

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Selasa 14 Desember 2021 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 14 65 2516766 bikin-bangga-its-raih-grand-prix-di-kompetisi-robotika-dunia-rwIRkEqCuU.jpg Tim RIOT ITS. (Foto: Dok ITS)

JAKARTA - Kompetisi bergengsi skala dunia ABU Robot Contest (ABU Robocon) Asia Pacific 2021 diselenggarakan di China oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) secara daring. Dalam kompetisi tersebut, Tim Robotika ITS yang diwakili oleh tim RIOT untuk kali pertama berhasil meraih Grand Prix atau Juara Pertama.

Dosen pembimbing tim RIOT M Lukman Hakim mengungkapkan, ini merupakan kompetisi robotika internasional yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2002. Terdapat rangkaian kegiatan untuk sampai pada kompetisi tersebut, di antaranya adalah Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) regional dan nasional. 

Perwakilan Indonesia dalam ABU Robocon 2021 ini adalah ITS dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). “Alhamdulillah ITS mendapatkan gelar Grand Prix atau setara juara pertama,” ucapnya penuh syukur melalui siaran pers, Senin (13/12/2021).

Sebelum mencapai tahap perlombaan tingkat internasional, tim RIOT yang diketuai oleh Adam Mail telah mengikuti kompetisi KRAI tingkat regional dan nasional.

Setelah berhasil mendapatkan juara pertama pada dua tingkatan kompetisi tersebut, tim RIOT melanjutkan kompetisi tingkat internasional di ABU Robocon 2021.

Baca juga: Selamat! Rektor ITS Mochamad Ashari Terpilih sebagai Ketua LTMPT 2022

“Capaian kali ini merupakan yang terbaik karena pertama kalinya (ITS) mendapat juara pertama yang tentunya membawa nama besar ITS dan Indonesia di kancah dunia,” tutur Adam bangga. 

Adam menjelaskan, ada dua robot yang dilombakan pada ABU Robocon 2021 yaitu throwing robot bernama Thomas dan arrow kid robot bernama Arthur.

Robot Thomas dan Arthur merupakan robot yang bekerja untuk melempar panah secara otomatis dari rak. Adapun mekanisme pelaksanaannya yaitu dengan robot memasukkan panah ke dalam pot berwarna merah dan biru.

“Nilai maksimal jika panah dapat masuk ke dua pot yang berbeda dengan cepat,” jelas mahasiswa Teknik Elektro itu.

Sementara itu, Lukman selaku pembimbing menjelaskan bahwa dalam prosesnya tidak sedikit tantangan yang dihadapi oleh tim, dosen, dan pihak yang membantu dalam pembuatan robot tersebut.

Tantangan terbesar yaitu pandemi Covid-19 yang menginfeksi beberapa anggota tim sehingga menghambat proses pembuatan robot selama satu bulan.

Selain itu, ada tantangan pada saat kompetisi yaitu sulitnya menjaga konsistensi permainan. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi semangat dari tim RIOT untuk meraih juara.

“Dukungan fasilitas dari ITS yang diberikan luar biasa agar kami dapat mencapai hasil yang terbaik,” ujar Lukman. 

Lukman menyampaikan ucapan selamat kepada tim RIOT yang sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran dalam kompetisi ini. Dosen Departemen Teknik Mesin Industri itu juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pembina yang bertugas dan pihak ITS yang memberi dukungan. 

Harapannya, dukungan dari berbagai pihak tidak berhenti sampai di sini dan regenerasi terus bisa berjalan dengan baik.

“Semoga regenerasi yang baik dalam bidang robotika di ITS bisa terus berkembang agar dapat menorehkan banyak prestasi ke depannya,” pungkasnya penuh harap. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini