Share

Tidak Sulit, Ini Tips Menulis CV untuk Melamar Kerja Yang Baik dan Benar

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Jum'at 10 Desember 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 65 2514877 tidak-sulit-ini-tips-menulis-cv-untuk-melamar-kerja-yang-baik-dan-benar-vMQAWFq2Ph.jpg Ilustrasi Curriculum Vitae (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bagi para pencari kerja, Curriculum Vitae (CV) merupakan dokumen yang sangat penting. Bagi perusahaan, kehadiran CV menjadi sumber informasi penting untuk menggali potensi apa yang dimiliki si pelamar kerja. Menulis CV juga tidak bisa dilakukan asal-asalan. Ada cara tertentu yang harus dilakukan agar bisa menghasilkan CV yang baik dan benar.

 Sayangnya, keterampilan menulis CV jarang diberikan oleh instansi pendidikan formal. Padahal keterampilan menulis CV sangat dibutuhkan karena dapat membentuk kesan pertama antara jobseeker dan recruiter. Oleh karena itu, melalui Webinar Nasional Kepelatihan Desain dan Kepenulisan, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) FISIP UNS membagikan tips membuat CV yang baik dan benar. Menghadirkan Armando Radityawan yang merupakan Assesor Daya Dimensi Indonesia.

Mula-mula, Armando Radityawan mengawali pemaparannya dengan membagikan rahasia recruiter dalam menyeleksi calon karyawannya. Biasanya recruiter hanya memerlukan waktu 30-40 detik saat membuka CV para jobseeker. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pelamar yang mendaftar.

 Baca juga: Urutan Berkas Lamaran Pekerjaan agar Dilirik Perusahaan

Recruiter juga cenderung melihat portofolio sebelum melihat CV. Bahkan keterbatasan waktu dan membludaknya jumlah pelamar yang masuk membuat recruiter semakin selektif ketika membuka CV.

Perusahaan yang belum menggunakan search engine akan menghapus email yang berbentuk rar dan tanpa bodi email. Oleh karena itu, para jobseeker harus memastikan bodi email dan format dokumen yang dikirim.

 Baca juga: Para Pencari Kerja Wajib Tahu! Ini Beda CV dan Resume

“CV sebaiknya memperhatikan penyampaian data diri. Pastikan mudah untuk dilihat, kontennya mudah untuk dimengerti dan memiliki nilai jual. Urutkan dari yang paling rumit ke yang paling simple, dan desain,” tutur Armando Radityawan melansir laman resmi UNS di uns.ac.id, Kamis (9/12/2021).

Armando Radityawan membagikan tips agar para job seekers tidak mencantumkan rate dalam kolom skill. Jobseeker cukup mencantumkan bidang keahlian yang dimiliki.

Selain itu, jobseeker juga perlu mempertimbangkan relevansi CV yang dibuat. Jobseeker sebaiknya memperhatikan industri yang dituju sebelum memutuskan untuk mengirim CV yang sama di beberapa pekerjaan.

Berdasarkan keterbatasan waktu yang dimiliki recruiter dalam mereview satu CV, maka Armando Radityawan menyarankan agar jobseeker membuat CV dalam satu halaman saja.

“Usahakan sesingkat mungkin dan harus relevan,” ujarnya.

Selanjutnya, Armando Radityawan menyarankan agar jobseeker juga mempertimbangkan komposisi warna yang digunakan dalam menyusun CV. Terakhir, sebagai upaya pengecekan ulang, jobseeker sebaiknya membaca ulang CV yang disusun untuk memastikan tidak ada kekeliruan atau kesalahan penulisan.

Melalui tips tersebut, Armando Radityawan berharap agar para jobseeker bisa membangun personal branding melalui CV. Pasalnya CV yang baik adalah CV yang mampu mempresentasikan gambaran diri jobseeker kepada recruiter.

“CV merupakan alat memperkenalkan diri kepada recruiter. Karena wawancara hanya memiliki waktu yang singkat, CV menjadi acuan ulang recruiter untuk mengingat pelamar,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini