Share

Tokoh Disabilitas yang Menginspirasi Dunia, dari Albert Einstein hingga Stephen Hawking

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 11 Desember 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 65 2514026 tokoh-disabilitas-yang-menginspirasi-dunia-dari-albert-einstein-hingga-stephen-hawking-m34BD5f5D6.jpg Stephen Hawking. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Beberapa tokoh disabilitas di dunia telah menginspirasi banyak orang. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan yang ada pada diri mereka bukanlah alasan untuk berhenti berkarya.

Di balik keterbatasan tersebut, ada potensi yang membuat mereka justru unggul dari orang lain. Berikut 7 tokoh disabilitas yang menginspirasi dunia.

1. Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison dikenal karena penemuannya yang fenomenal, yaitu lampu pijar, yang pengembangannya dirintis sejak 1878. Di samping itu, Edison juga tercatat telah memiliki 1.000 hak paten. Hasil temuan tersebut menjadi sumbangsihnya yang mengubah dunia dan telah dinikmati masyarakat di berbagai penjuru.

Namun, di balik kesuksesannya itu, Edison memiliki cerita pahit. Pada tahun 1861 ia kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Kekurangan yang dimilikinya saat itu tak membuat Edison patah semangat, sehingga tetap mampu memberikan karya terbaiknya.

2. Stephen Hawking

Seorang tokoh astrofisikawan dan fisikawan teoretis terkemuka di dunia, Stephen Hawking, mengalami keterbatasan fisik sejak umur 21 tahun. Ia mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau penyakit neuron motorik sehingga membatasi ruang geraknya.

Meskipun puluhan tahun hidupnya dijalani dengan keterbatasan, Hawking tidak patah semangat menjadi peneliti dan profesor yang berjasa besar untuk dunia. Bahkan, kisahnya pernah diangkat ke layar bioskop dalam film “The Theory of Everything”.

3. Stevie Wonder

Stevie Wonder adalah seorang penyanyi legendaris Amerika Serikat yang terlahir prematur 6 minggu lebih awal. Kelahirannya yang prematur membuat kondisi matanya tidak sempurna karena terlalu terpapar oksigen di inkubator hingga membuat matanya buta. Dalam setiap pertunjukan, dia selalu menggunakan kacamata hitam andalannya.

Meski matanya tak bisa melihat sempurna, Stevie Wonder sangat andal di dunia musik. Bahkan lagunya yang berjudul 'I Just Called to Say I Love You' melegenda dan masih terus dinyanyikan orang hingga saat ini.

4. Abdurrahman Wahid

Siapa sangka Abdurrahman Wahid atau yang kerap disapa Gus Dur banyak memberikan kontribusi terbesarnya. Orang yang pernah menjadi nomor satu di Indonesia ini pernah dijuluki sebagai "Bapak Pluralisme". Mengidap glaukoma yang membatasi penglihatannya, tidak membuat Gus Dur patah semangat meraih kebajikan.

Gus Dur semasa hidupnya membuat hal baru untuk keturunan Tionghoa. Pasalnya, ia memberikan pengakuan terhadap agama Khonghucu dan mengizinkan perayaan hari imlek bagi masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa.

5. Steve Jobs

Pria kelahiran Amerika Serikat, 24 Februari 1955 ini merupakan seorang pakar teknologi. Steve Jobs adalah perancang dan pendiri perusahaan Apple Inc, Iphone, MAC, Apple Computers, dan Apple TV. Di balik kesuksesannya, Steve memiliki kelemahan dalam membaca karena disleksia.

Namun, keterbatasan itu mampu dia taklukkan. Hal itu terbukti dengan inovasi-inovasi yang selalu ia kembangkan di dunia teknologi.

6. Frida Kahlo

Frida Kahlo merupakan seniman era 1900-an yang menderita polio sejak berusia 6 tahun. Karena penyakit tersebut ukuran kaki kanannya lebih kecil daripada kaki kirinya. Selain itu Frida juga menderita spina bfida yaitu penyakit kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi tulang belakang dan perkembangan kaki.

Kelainan yang dia alami membuat wanita berkebangsaan Meksiko ini semakin berjuang meraih mimpi. Karya seninya "The Frame" pernah dibeli oleh Museum Louvre di Paris. Seluruh karya lukisannya terkenal dengan ciri khas budaya Meksiko.

7. Albert Einstein

Ilmuwan kelahiran Jerman 1879 ini terkenal di dunia lantaran penemuannya mengenai fisika teoretis pada abad ke-20. Selain itu, dia tercatat telah mengembangkan teori mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Einstein dikenal dengan rumus E = mc2 kesetaraan massa energi.

Di balik kecerdasannya, siapa yang menyangka Einstein mengidap sindrom Asperger. Sindrom Asperger adalah gangguan neurologis atau saraf yang tergolong ke dalam gangguan spektrum autisme. Berkat penemuannya, Einstein berhasil meraih penghargaan Nobel dalam Fisika pada 1921 tentang efek fotolistrik dan pengabdiannya dalam bidang fisika teoretis.

*Diolah dari berbagai sumber 

Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI

 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini