Rektor Unud Tantang LBH Buka-bukaan Data 42 Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan Seksual

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Selasa 23 November 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 65 2506193 rektor-unud-tantang-lbh-buka-bukaan-data-42-mahasiswi-jadi-korban-pelecehan-seksual-ZKPwYGOAN5.jpg Universitas Udayana. (Foto: Dok Unud)

DENPASAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali ditantang buka-bukaan soal data pukulan mahasiswi korban pelecehan seksual. Tantangan dikeluarkan Rektor Universitas Udayana (Unud), Nyoman Gede Antara. Terlebih, LBH mengungkapkan 42 mahasiswi di Unud jadi korban asusila.

"Kami minta LBH Bali lebih terbuka, memberikan kami data-data itu. Siapa nama pelakunya, kapan kejadian, siapa korbannya dimana kejadiannya," kata Antara kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Antara mengaku belum tahu banyak kasus itu karana baru tiga bulan menjabat rektor. Apalagi kasus kekerasan seksual itu terjadi pada 2020.

Dia justru mempertanyakan laporan LBH Bali. Ia heran kasus kekerasan seksual bisa diketahui melalui kuesioner. "Ini yang saya tidak mengerti. Kapan dilakukan, berapa populasinya, kemudian error rate-nya berapa, validasinya bagaimana," ujar Antara.

Baca juga: 45 Mahasiswi di Bali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Mahasiswa hingga Dosen

Karena itu, dia meminta LBH membuka data. Pasalnya, Unud memiliki 35 ribu mahasiswa, 1.700 dosen dan 1.600 tenaga pendidikan. Apalagi di laporan itu disebut empat staf kampus sebagai pelakunya.

"Prinsipnya, kami sangat terbuka dan akan tegas menyelesaikan kasus ini kalau memang by data. Jika LBH Bali sampai memainkan data dengan bukti yang tidak nyata kami bisa melakukan perlawanan secara hukum," ujarnya.

(qlh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini