Program Studi S3 Ilmu Komunikasi UNS Luluskan Doktor Pertama

Tim Okezone, Okezone · Selasa 23 November 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 65 2506158 program-studi-s3-ilmu-komunikasi-uns-luluskan-doktor-pertama-tgYBzWuIsU.jpg Emi Widiyanti jadi pertama lulusan S3 Ilmu Komunikasi UNS (Foto: istimewa)

SURAKARTA - Program Studi (Prodi) S3 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meluluskan doktor pertama atas nama Emi Widiyanti.

Dia merupakan dosen Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian (FP) UNS tersebut berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan penguji dengan judul 'Negosiasi Identitas Komunikasi Petani Milenial dan Petani Progresif di Era Agriculture 4.0'.

Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Prodi S3 Ilmu Komunikasi FISIP UNS pada Senin 22 November 2021, bertindak sebagai Promotor yaitu Prof. Ravik Karsidi, Co Promotor 1, Prof. Mahendra Wijaya dan Co Promotor 2, Prahastiwi Utari, Ph.D.

Kemudian sebagai penguji diketuai oleh Prof. Ahmad Yunus, Sekretaris Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni dengan anggota Prof. Suwarto, Prof. Pawito dan Dr. Andre Rahmanto.

Baca juga: Keren! Bengawan UV UNS Borong Tiga Gelar Juara KRTI 2021

Dalam disertasinya, Emi menyarankan kepada tenaga penyuluh pertanian untuk memberikan literasi teknologi komunikasi agar petani mempunyai identitas komunikasi petani milenial dan petani progresif.

Literasi teknologi komunikasi mempunyai dampak pada perubahan sosial yang tercatat pada sejarah manusia.

Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran UNS, Dipecah Berdasarkan Jalur Masuk

“Struktur sosial menjadi proses pembentukan stereotipe yang dinegosiasikan dalam penentuan kompetensi dengan adanya penentukan kompetensi”, ujar Emi.

Emi mengungkapkan bahwa negoisasi identitas komunikasi petani milenial dan progresif mempunyai cara pandang alih teknologi, sosial, budaya dan lingkungan.

“Saya menemukan bahwa kompetensi, keberanian memotivasi di antara petani, dukungan budaya dan dukungan lingkungan yang terdapat pada petani milenial dapat menjadi penyuluh untuk petani lainnya," imbuh Emi.

Negoisasi identitas komunikasi terjadi disebabkan oleh situasi terkini yang dihadapi petani di mana profesi petani terancam karena adanya profesi di perkotaan.

Baca juga: 163 Tim dari 61 Kampus Siap Berlaga di Kontes Robot Terbang Indonesia

Emi menambahkan bahwa petani memerlukan peningkatan kompetensi komunikasi untuk menjelaskan bahwa profesi petani merupakan profesi profesional pada struktur masyarakat.

Untuk mendukung kompetensi komunikasi pada petani, maka diperlukan peranan tenaga penyuluh untuk memberikan penyuluhan pada materi kompetensi komunikasi dan teknik pertanian. Pada akhir sesi, Emi mengungkapkan pada petani milenial bahwa peranan penting ibu dan istri pada petani progresif yaitu sebagai pendorong utama pada negoisasi identitas komunikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini