Mahasiswa PNJ Berhasil Buat Inovasi Teh Berbahan Dasar Limbah Kulit Kopi

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Jum'at 19 November 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 65 2504308 mahasiswa-pnj-berhasil-buat-inovasi-teh-berbahan-dasar-limbah-kulit-kopi-twkPjpioeL.jpg Mahasiswa PNJ berhasil ubah limbah kopi menjadi teh (Foto: Lutfia)

JAKARTA - Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang tergabung dalam Tim Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) berhasil membuat inovasi dengan mengolah limbah kulit kopi menjadi teh bernama Cascara.

Kegiatan P2MD ini merupakan program lapangan pemberdayaan masyarakat desa yang diadakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) khusus bagi mahasiswa vokasi.

Sebagai bentuk upaya kontribusi dalam kegiatan tersebut, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Anjangsana Sosial PNJ turut memberikan perwakilan.

Kemudian, terbentuklah Tim P2MD UKM-ANSOS-PNJ yang terdiri dari 10 mahasiswa dan mahasiswi terpilih dari berbagai jurusan di Politeknik Negeri Jakarta bersama 17 volunteer dan satu dosen pendamping yaitu Syan Rosyid Adiwinata, S.E., M.Han.

Sejumlah mahasiswa PNJ atau anggota Tim P2MD yang turut dalam keberhasilan inovasi tersebut yakni Ghifar Fathul Huda, Melina Handayani, Karlina Anggraeni, Fidyah Ayu Sesaria, Novantio Ragiel Fadrian, Wilujeng Tri Wahyuningsih, Ilhan Aulia Muzadin, Ananda Genta Pitaloka, Muhammad Reza Pahlevi, dan Muhammad Dikiansyah Alwan.

Tim yang diketuai oleh Ghifar Fathul ini juga berhasil mengajak warga Kampung Mulyasari di wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sebagai desa tujuan diadakannya kegiatan P2MD tersebut.

Ghifar selaku ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi adanya limbah kulit kopi yang sering diabaikan oleh masyarakat Kampung Mulyasari.

"Tujuannya untuk mengatasi salah satu limbah kulit kopi yang awalnya dibuang begitu saja oleh masyarakat di sana, karena menganggap bahwa limbah kulit kopi itu tidak memiliki nilai jual tinggi," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Ghifar mengajak anggotanya untuk bisa merubah mindset atau pola pikir masyarakat di Kampung Mulyasari.

"Kita dapat mengolah limbah kulit kopi ini menjadi suatu produk teh, yang kemudian produk teh ini akan memiliki nilai jual dan menghasilkan keuntungan bagi desa tersebut," tambahnya.

Kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Tim Cascara, proses produksi limbah kulit kopi menjadi teh yang dinamai Cascara ini awalnya harus melewati proses pencucian dan distorsi antara cherry kopi dengan kulitnya.

Selanjutnya, dilakukanlah proses pengupasan buah kopi dengan kulit kopi yang biasa disebut "Cascara" dengan mesin pulper dan dilanjutkan dengan proses penjemuran cascara.

Pada saat penjemuran, tim sangat memperhatikan ketebalan dari tumpukan kulit kopinya dan melakukan quality control agar kering merata dengan dibantu warga setempat.

Selama kegiatan produksi berlangsung, Tim Cascara dan volunteer juga menginovasikan tempat penjemuran kopi dan kulit kopi menjadi lebih praktis.

“Disana kami sempat juga membuat rak tempat penjemuran kulit kopi baru yang terbuat dari anyaman bambu dan kawat.” ujarnya.

Kegiatan ini berhasil lolos dan menerima dana dari P2MD dengan total pendanaan sebesar Rp 29.000.000. Proses kegiatan tersebut dimulai sejak Juli hingga Desember 2021 mendatang.

Tim Cascara juga sudah mendapatkan hak paten merek Cascara dari Pangkalan Data Kekayaan Intelektual, izin Pangan Industri Rumah Tangga, pelegalan izin usaha dari desa setempat, NIB dari Kemendagri, dan izin usaha dari Dinas Koperasi UMK.

Setelah mendapatkan izin dari berbagai pihak Tim Cascara melakukan launching pertamanya di Rest Area BR dan Rest Area Medicine bersama para mitra dan warga pemuda Kampung Mulyasari.

Tim Cascara berharap program ini akan terus berlanjut demi meningkatkan softskill masyarakat dalam pengolahan limbah kulit kopi menjadi komoditi produk tambahan dan semakin banyak pihak yang terlibat sebagai upaya membantu mengangkat potensi desa khususnya Kampung Mulyasari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini