“Air limbah yang dihasilkan oleh suatu kegiatan, baik itu domestik atau keperluan rumah tangga, dan non domestik seperti kegiatan industri, perkantoran dan lainnya sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali. Baik untuk proses produksi industri, hingga sumber air minum, seperti di Singapura,” katanya.
Gagasan ketiga mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan tersebut mendapat apresiasi dari dosen pengampu mata kuliah Rekayasa Air Berkelanjutan Prodi Teknik Lingkungan ITERA, Mutiara Fajar.
“Jadi air limbah yang dihasilkan oleh suatu kegiatan, baik itu domestik atau keperluan rumah tangga, dan non domestik seperti kegiatan industri, perkantoran dan lain-lain sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali. Baik untuk digunakan dalam proses produksi industri, hingga sumber air minum, seperti di Singapura,” ujarnya.
Mutiara menambahkan, tantangan lainnya dalam menghadapi permasalah air bersih adalah mengubah paradigma atau persepsi masyarakat terkait konsep wastewater reuse.
Di sinilah peran akademisi dan peneliti dituntut untuk melakukan penelitian lebih mendalam. Sementara peran mahasiswa sebagai jembatan dalam menginformasikan hal yang baru kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan menulis gagasan seperti ini.
“Dengan tersalurkannya ide-ide dari mahasiswa, bisa menjadi pembuka jalan bagi kita para akademisi atau pun para praktisi untuk bisa bekerjasama dalam mewujudkan implementasi teknologi rekayasa air berkelanjutan,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik