JAKARTA -Koordinator Forum Perempuan BEM SI, Zakiah Darajat menyebut, kasus pelecehan seksual di kampus belum terlalu signifikan. Karena menurutnya, kasus tersebut tidak dialami semua kampus di Indonesia, dan masih banyak kampus yang mencegah terjadinya hal tersebut.
(Baca juga: Heboh Dekan Ciumi Mahasiswi, Unri: Sangat Memalukan!)
"Kita di sini melihat tidak keseluruhan kampus mengalami hal serupa, tapi masih ada kampus yang benar-benar menjaga, bersih terhadap kasus-kasus tersebut jadi kalau dikatakan apakah signifikan sebenarnya tidak juga. Tapi ada beberapa kampus termasuk di pulau Jawa yang kasusnya cukup banyak,"kata Zakiah dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Pro Kontra Permen PPKS yang disiarkan secara daring, Sabtu,(13/11/2021).
Menurutnya, untuk kasus-kasus yang terjadi masih mendapati pelakunya adalah dosen ke mahasiswa. Walaupun tidak menutup kemungkinan juga dilakukan mahasiswa ke mahasiswi bahkan orang di luar kampus tersebut.
"Dari kasus-kasus yang terjadi kita masih mendapati pelakunya adalah dosen ke mahasiswa. Kita juga tidak bisa menutup mata kalau mahasiswa ke mahasiswi maupun sebaliknya. Tapi dari kasus yang kita temukan di lapangan memang lebih banyak dosen ke mahasiswa apalagi yang tengah melakukan bimbingan akhir itu banyak ceritanya,"bebernya.
Dia juga menambahkan, ada beberapa pihak dari luar kampus yang melakukan tindakan asusila seperti memperlihatkan alat kelamin kepada korban di persimpangan kampus. "Yang ini orang luar kampus,"tuturnya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya telah menggerakkan mahasiswi dari forum perempuan seluruh Indonesia untuk memiliki layanan pengaduan.
"Gunanya agar teman-teman yang dapat tindak kekerasan seksual itu memiliki ruang untuk mengadukan apakah keluhan mereka dan apa yang dirasakan,"ujar Zakiah.
Hal ini dilakukan karena menurutnya, setiap kampus berusaha menjaga nama baik agar tidak terjadi tindakan asusila. Jika terjadi dapat diartikan bahwa kampus tersebut gagal menciptakan ruang perlindungan pendidikan yang aman dari kekerasan seksual.
"Kita tidak boleh bilang semua kampus sama tidak mengakomodir, ada kampus-kampus yang memang menindak tegas, memang menjaga citra dan nama baik kemudian selesai dengan jalur kekeluargaan. Ada juga kasus-kasus yang dibiarkan hingga lupa sendiri,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )