Share

3 Balas Budi Murid kepada Guru, Nomor 2 Ajak Jalan-Jalan 65 Orang ke Luar Negeri

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 14 November 2021 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 624 2500611 3-balas-budi-murid-kepada-guru-nomor-2-ajak-jalan-jalan-65-orang-ke-luar-negeri-bChF3lA7tC.jpg ilustrasi guru. (Foto: Ant)

JAKARTA - Saat memasuki dunia pendidikan, guru berperan sebagai orang tua kedua bagi murid-murid yang menempuh pendidikan di sekolah.

Banyak kemudian murid-murid yang terharu dengan perjuangan seorang guru sehingga kemudian berniat membalas budi sang guru.

Berikut adalah deretan cara unik murid dalam membalas jasa pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Baca juga: Berapa Passing Grade UI? Yuk Atur Strategi Agar Bisa Kuliah di Kampus Idaman


Baca juga: Biaya Kuliah Kedokteran Unair, Berbeda-beda Tergantung Jalur Masuknya!


Memberi Sepatu Basket

Kisah ini dialami oleh Thomas Walser seorang guru SMA di Amerika. Thomas Walser memiliki keinginan untuk membeli sepatu basket pada saat kelas 6 SD. Namun, keinginannya harus ia pendam karena kebutuhan yang banyak dan harga sepatu yang cukup fantastik.

Siapa sangka, salah seorang murid Thomas Walser yang mengetahui bahwa sang guru ingin sekali memiliki sepatu basket, ia bersama teman-temannya berpatungan untuk membelikan sepatu basket untuk Thomas Walser.

Ajak 65 Guru ke Luar Negeri

Seorang pengusaha asal Pekalongan, Fredy Candra 42 viral karena memberangkatkan 65 gurunya ke luar negeri. Tujuan negara yang dijadikan objek wisata adalah Malaysia dan Singapura, dengan kurun waktu 3 hari 4 malam.

Alasan Fredy mengajak gurunya ke luar negeri sebagai bentuk terimakasih atas jasa sang guru yang telah mendidik dan mengayominya di bangku sekolah.

Belikan HP untuk Guru Pensiun

Sekelompok murid di sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur memberikan kejutan kepada Retno, salah satu guru yang akan pensiun. Bu Retno, begitu ia akrab disapa, menerima sebuah telepon genggam dari para muridnya.

Kisah tersebut viral di media sosial. Pemberian hadiah tersebut dilakukan di kediaman Retno yang tidak jauh dari sekolah. Alasannya, karena gawai lama Retno memiliki kapasitas penyimpanan kecil. Sehingga, kurang efisien.

Sementara itu, kondisi kameranya juga sudah tidak baik. Karena itulah para muridnya memutuskan patungan dan berinisiatif memberikan gawai baru kepada Retno.

(Diolah dari berbagai sumber. Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI)


1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini