Share

Gaya Bahasa Gaul, Ancaman Bagi Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Jum'at 29 Oktober 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 624 2493794 gaya-bahasa-gaul-ancaman-bagi-bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar-W4RujEl9Rh.jpg Tarian Kandingang ditampilkan para pelajar SMANGGO.

SUMBA TIMUR – Para pendiri bangsa dan juga pemerhati budaya mengatakan, Bahasa menunjukan karakter dan budaya sebuah daerah, juga sebuah bangsa. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu di negara berbhineka dalam segala aspek kini diperhadapan pada tantangan seiring modernisasi dan digitalisasi.

Bahasa Indonesia dihadapkan pada ancaman erosi oleh gaya bahasa kekinian atau yang kini disebut oleh generasi muda dnegan gaya bahasa gaul.

BACA JUGA: Kemiripan Bahasa Indonesia dan Tagalog Filipina, Simak 13 Kata Ini 

Hal itu diungkapkan Yunus Takandewa, Ketua Komisi V (Lima) DPRD - NTT, Kamis (28/10/2021) dalam kegiatan peringatan Sumpah Pemuda yang dirangkaikan dengan gebyar bulan bahasa di SMAN Nggaha Ori Angu (SMANGGO), Kecamatan Nggaha Ori Angu (Nggoa), Sumba Timur, NTT. 

“Sekarang kita masuk di era digital, literasi digital. Bahasa mengalami erosi yang cukup lumayan hebat. Dan kita direcoki atau dihantui oleh bahasa – bahasa jaman now atau bahasa gaul kata anak muda kini. Mengalami loncatan – loncatan yang sangat luar biasa hinggamengakibatkan akar – akar budaya kita juga turut terpengaruh,” papar Yunus.

“Sekarang kalau kita terima sms atau WA misalnya, kadang kita tidak mengerti. MT SR, PSS DMA, semua singkat – singkat semua. Kita karena tidak mengerti sebelumnya, kita tanya kembali ke pengirimnya, maksudnya apa? Ternyata maksudnya Selamat sore, posisi di mana?” lanjut Yunus memberikan contoh bahasa ‘gaul jaman now’ yang kerap dipakai saat ini terutama dalam percakapan dengan menggunakan peralatan digital.

BACA JUGA: Bertemu Atdikbud, BBI Canberra Berupaya Tingkatkan Promosi Budaya dan Bahasa Indonesia

Penting bagi para pendidik dan orang tua, kata Yunus, untuk menunjukan contoh penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam keseharian percakapan baik secara langsung maupun dengan menggunakan peralatan digital.

“Jika pendidik dan orang tua membiasakan itu, sambungnya dia, tentu akan memberikan dampak positif bagi siswa dan siswi sebagai anak – anak, pemuda dan generasi bangsa di masa datang,” pungkasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Kepala SMANGGO, Daniel Pandanga, mengatakan pada media ini di sela – sela kegiatan itu, tujuan dari sejumlah kegiatan yang selama ini dilaksanakan dalam memeriahkan bulan bahasa, adalah untuk menanamkan rasa cinta pada adat dan budaya termasuk bahasa Indonesia dan bahasa daerah. “Rasa cinta pada bahasa dan budaya tidak cukup hanya dengan kata dan niatan semata, tanpa ada wujud nyata dalam perilaku dan kegiatan,” tandasnya.

Melki Teni Hawu, selaku ketua panitia dalam puncak perayaan gebyar bulan bahasa yang juga dihadiri oleh Camat, Kapospol dan Babinsa serta sejumlah elemen masyarakat di seputaran SMANGGO menyatakan, pelaksanaan kegiatan di masa pandemi Covid – 19 ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan tertib.

“Ada sejumlah kegiatan dan perlombaan yang kami laksanakan di sekolah ini dalam rangka memeriahkan bulan bahasa. Di antaranya Lomba menulis puisi juga esai, lomba karaoke dan stand up comedy,” kata Melki.

Dalam puncak perayaan bulan bahasa itu para siswa dan siswi menyajikan sejumlah kreasi mereka. Hadirin dihibur oleh tarian tradisional dan juga modern. Selain itu juga ditampilkan pembacaan puisi dan drama musikal serta stand up comedy.

“Saya senang sekali bisa tampil bersama rekan – rekan saya dalam drama musikal tadi. Saya berperan segaai anak yang sombong dengan fasilitas HP yang saya miliki. Pesan yang mau saya dan kawan – kawan sampaikan adalah HP harus digunakan secara baik dan benar terutama untuk memudahkan kita belajar, bukan untuk hal negatif yang merugikan diri kita sendiri,” ungkap Rambu Gita, salah seorang siswi yang ditemui selepas acara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini