Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenakan Baju Adat Riau, Mendikbudristek: Sumpah Pemuda Adalah Kemenangan Kita Semua

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Kamis, 28 Oktober 2021 |11:03 WIB
Kenakan Baju Adat Riau, Mendikbudristek: Sumpah Pemuda Adalah Kemenangan Kita Semua
Mendikbudristek Nadiem Makariem kenakan pakaian adat Riau (Foto: Ist)
A
A
A

Dilanjutkan Mendikbudristek, generasi muda Indonesia harus melompat sekarang karena mengejar ketertinggalan saja tidak cukup. Setelah melewati masa yang penuh tantangan dan keterbatasan, inilah kata dia, waktu untuk bangkit dan tumbuh. Dirinya yakin, Indonesia di tangan pemuda adalah Indonesia yang menjadi contoh bagi negara-negara lain.

Menteri Nadiem melanjutkan, Indonesia yang dibangun oleh pemuda adalah Indonesia yang memerdekakan generasi penerus untuk belajar, berinovasi, dan berbudaya. Untuk itu, pemuda pemudi seluruh Indonesia katanya, harus ikut dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Perbedaan semestinya bukanlah halangan tetapi kekuatan yang menyatukan semua lapisan bangsa. Keberagaman bukan alasan untuk mundur, tetapi pendorong kita untuk bergerak serentak.

“Saya juga merasakan tantangan yang kini juga sedang teman-teman hadapi dan sampai kini saya masih belajar untuk jadi lebih baik bagi bangsa ini. Kita bisa bersama memperjuangkan harapan dan cita-cita bangsa jika kita mau mengisi perjuangan ini dengan hal-hal positif, dengan kolaborasi, dan inovasi,” ungkapnya memotivasi.

Sebelum mengakhiri pidatonya, ia mengajak para pemuda pemudi Indonesia untuk bersatu, terus maju untuk Indonesia tangguh. "Mari kita terus bersemangat, bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,” tutupnya.

Upacara peringatan Sumpah Pemuda ini dihadiri jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemendikbudristek yang menggunakan pakaian adat. Para undangan hadir dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan jarak antar peserta upacara.

Peserta upacara yang berasal dari unsur mahasiswa hadir secara fisik sebanyak 170 orang, mewakili 34 provinsi. Mereka mengenakan kaos Merdeka Belajar berwarna putih dan menggunakan jas almamater universitas masing-masing sebagai pakaian luaran. Serta mengenakan tutup/ikat kepala sesuai asal daerah masing-masing.

Adapun peserta upacara daring berjumlah 3.000 mahasiswa, yang terdiri dari 1.000 mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di bawah koordinasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek),

1.000 mahasiswa berprestasi di bawah koordinasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), dan 1.000 mahasiswa penerima KIP di bawah koordinasi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik).

(Khafid Mardiyansyah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement