Did You Know: Ini Orang yang Selamat dari Cedera Otak Paling Fenomenal

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Selasa 12 Oktober 2021 07:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 65 2484522 did-you-know-ini-orang-yang-selamat-dari-cedera-otak-paling-fenomenal-NcSA6D050x.jpg Phineas Gage. (Foto: smithsonianmag)

JAKARTA - Phineas Gage lahir di New Hampshire, Amerika Serikat pada Juli 1823 adalah seorang mandor kereta api Amerika Serikat (AS) yang dikenal karena selamat dari cedera otak traumatis.

Singkat cerita tentang kehidupan Gage, ia dilahirkan dalam keluarga petani dan dibesarkan di sebuah pertanian keluarganya di New Hampshire. Demikian dikutip dari smithsonianmag.

Kemudian dia mengambil pekerjaan pada pembangunan kereta api yang berada di bawah kontraktor yang bekerja sama dengan perusahaan kereta api Rutland dan Burlington.

Tugas Gage saat itu adalah membersihkan batu untuk meratakan tanah. Tugasnya juga menempatkan bahan peledak ke dalam batu dengan mengebor lubang. Lubang itu nantinya diisi dengan bubuk mesiu (peledak), dan dipasang sekring. Pasir ditambahkan di atas bahan peledak untuk mencegah kontak atau ledakan. Batang tamping kemudian digunakan untuk mengemas bahan peledak ke dalam batu.

Baca juga: Did You Know: Ternyata Ada Lubang Kecil di Kelopak Mata


Baca juga: Viral! Mahasiswi Kedokteran Ini Diberi Tugas Oleh Dokter saat Berobat

Dari pekerjaan itulah ia mengalami tragedi yang mengerikan. Tepatnya pada sore hari tanggal 13 September 1848, di dekat Cavendish, Vermont, Gage memadatkan bubuk mesiu (peledak) tanpa penambahan pasir.

Batang besi yang berukuran panjang 3,58 kaki (sekitar 1 meter) dan diameter 1,25 inci (sekitar 3,2 cm), yang berada dekat dengan tumpahan bubuk mesiu menghantam sisi batu.

Batang besi itu kemudian meledak dan menembak kepala Gage. Alhasil, batang besi seberat 13,25 pon (6 kg) menembus rahang, memasuki kepala Gage tepat di bawah tulang pipi kirinya, menembus otak dan melubangi tengkorak bagian atas hingga keluar.

Syukur, Gage bisa selamat dari kecelakaan naas tersebut dan ia masih sadar. Gage yang kesakitan dan terluka parah tidak seketika pingsan, ia masih sanggup berjalan keluar dari lokasi kejadian sebelum terjatuh dan mendapat pertolongan.

Kala itu, para dokter angkat tangan dan merasa tidak sanggup menyelamatkannya, hingga akhirnya Dr. Harlow seorang ahli bedah bersedia menanganinya.

Operasi penyelamatan yang dilakukan Dr.Harlow nyatanya sukses dan berhasil. Ini merupakan operasi penyelamatan nyawa terbesar sepanjang sejarah. Sangat luar biasa bukan? Mengingat pada zaman dahulu peralatan dan teknologi kedokteran belumlah secanggih sekarang.

Phineas Gage selamat tanpa mengalami kerusakan otak. Namun, ia harus kehilangan satu mata kirinya dalam kecelakaan naas itu.

Namun, setelah 10 hari, ia mengalami koma dan tidak sadarkan diri. Tetapi hebatnya Gage dengan cepat pulih dalam hitungan bulan. Dia mendapatkan kembali kekuatan fisiknya dan dapat kembali bekerja. Dia tidak mengalami gangguan motorik atau bicara, dan ingatannya pun tetap utuh.

Tetapi, diketahui kepribadian Gage tampaknya telah berubah dan membuat rekan-rekannya menyatakan bahwa dia "bukan lagi Gage."

Sebelum kecelakaan, Gage adalah pemuda yang baik, sopan, ramah dan baik hati. Tapi setelah kecelakaan itu, ia menjadi orang yang gelisah, kasar, tidak sopan, dan tidak dapat diandalkan.

Setelahnya pada tahun 1852 Gage mengambil pekerjaan di Chili, bekerja sebagai pengemudi kereta pos dengan keterampilan sosial yang dimiliknya.

Tujuh tahun kemudian, lantaran kesehatan yang semakin memburuk, ia pindah ke California untuk tinggal bersama ibu dan saudara perempuannya di New Hampshire).

Dia mengalami epilepsi akibat dampak dari besi yang tertanam di kepalanya itu. Setelah 12 tahun setelah cedera, tetaptnya pada tahun 1860, Gage meninggal setelah serangan epilepsi yang terus menerus.

Ia wafat di San Francisco 12 dan tengkorak serta tongkat besinya dipajang secara permanen di Museum Anatomi Warren Harvard Medical School di Cambridge, Massachusetts.

Kelangsungan hidup Gage yang mengalami tragedi mengenaskan itu kemudian terukir dalam sejarah sebagai orang yang berhasil selamat dari cedera otak traumatis dan menjadi sejarah dalam dunia medis karena penyelamatan yang dilakukan oleh John Martyn Harlow, dokter yang menanganinya dan merawatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini