4 Peraih Gelar Doktor Termuda di Indonesia, Usia 24 Tahun Lulus S3 di ITB

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 10 Oktober 2021 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 65 2482712 4-peraih-gelar-doktor-termuda-di-indonesia-usia-24-tahun-lulus-s3-di-itb-q77ByMQEg9.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Menamatkan pendidikan hingga mengantongi gelar doktor merupakan impian banyak orang. Namun, kecenderungan seseorang untuk mengantongi gelar tersebut di usia yang tidak lagi muda membuat banyak orang berpikir kembali.

Padahal, ada beberapa orang yang mampu meyelesaikan pendidikan S-3 mereka sebelum menginjak usia 30. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa di antaranya;


Baca juga: Heboh! Wisudawati Cantik Ini Gagal Fokus saat ke Atas Panggung, Ada Apa?


Baca juga: Saat Mahasiswa ITB Insecure di Kampus Sendiri

• Cindy Priadi

Tahun 2011 lalu, nama Cindy Priadi sempat viral karena mampu meraih gelar doktornya pada usia yang masih sangat muda, yakni 26 tahun. Wanita yang telah lama tertarik dengan kebudayaan Eropa dan isu lingkungan ini berhasil menamatkan studi doktoralnya di Universitas Paris-Sud 11, Prancis.

Setelah beberapa lama belajar bahasa Prancis, wanita kelahiran 1984 ini melanjutkan studi pascasarjana di Universite Paris-Sud 11, Prancis, pada 2005 setelah mendapakan beasiswa dari Pemerintah Prancis melalui Pusat Kebudayaan Prancis di Indonesia.

Di program masternya, Cindy mengambil program studi Ilmu Lingkungan dengan tesis berjudul "Caracterisation des Phases Porteuses: Metaux Particulaires en Seine" dan berhasil menyelesaikannya pada 2007. Setelahnya, penelitian yang didalami Cindy menarik perhatian pemerintah setempat, membuatnya kembali melanjutkan pendidikannya di universitas yang sama.

• Grandprix Thomryes Marth Kadja

Di usia 24 tahun, seorang pria asal Nusa Tenggara Timur bernama Grandprix Thomryes Marth Kadja menggemparkan internet karena mampu menyelesaikan pendidikan jenjang S-3 di Institut Teknologi Bandung pada 2017 lalu.

Tidak hanya lulus di usia yang masih sangat muda, Ia juga mampu lulus dengan predikat cum laude dan sempat mengeluarkan 9 publikasi seminar bertaraf internasional.

• Shinta Amalina Hazrati Havidz

Di usia 25 tahun 11 bulan, Shinta menjadi salah satu pemegang gelar doktor termuda di perguruan tinggi Tiongkok. Ia termotivasi mengejar gelar doktor karena tak diwisuda secara resmi setelah menyelesaikan master seusai menyelesaikan kuliah master business of administration jurusan corporate finance di Wuhan University of Technology (WUT), Tiongkok.

Shinta mendapat kabar dari pihak kampus bahwa dia tidak dapat ikut wisuda. Shinta yang menyelesaikan studinya 1,5 tahun tersebut dianggap tidak memenuhi syarat untuk bisa wisuda karena dibutuhkan minimal 2 tahun untuk dapat ikut wisuda.

Pada akhirnya, Ia dapat mengikuti wisuda untuk mengisi tempat salah seorang mahasiswa magister yang tidak dapat menghadiri acara tersebut. Setelah itu, Ia mendapat kesempatan untuk kembali ke universitas yang sama untuk menyelesaikan gelar doktoralnya. Berbeda dengan kisahnya saat wisuda magister, Shita benar-benar diwisuda saat menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

• Elanda Fikri

Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini berhasil menamatkan pendidikan dan merupakan peraih gelar doktor termuda di Indonesia di bidang kesehatan lingkungan di Indonesia pada usia 26 tahun. Pada tahun 2007, Elanda menuntut ilmu ke Universitas Diponegoro (Undip), Semarang melalui jalur tanpa tes dan menyelesaikan kuliah dengan cepat.

Setelah bekerja sebagai konsultan selama beberapa waktu, Ia memutuskan untuk melanjutkan S-2 dan menyelesaikannya dalam kurun waktu satu tahun di universitas yang sama. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini