Did You Know: Setelah Digigit Nyamuk, Kenapa Terasa Gatal?

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Jum'at 08 Oktober 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 65 2482681 did-you-know-setelah-digigit-nyamuk-kenapa-terasa-gatal-zYAtfGzzEu.jpg Nyamuk. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Hampir tak ada satu orang pun di dunia yang tidak pernah di gigit nyamuk. Kamu sendiri pasti pernah atau bahkan sering digigit nyamuk kan!

Efek setelah digigit nyamuk biasanya menimbulkan rasa gatal pada kulit. Setelah itu, kita refleks menggaruknya.

Nah, kalian sudah tahu belum alasan mengapa setelah digigit nyamuk kulit menjadi gatal. Untuk mengetahui alasan tersebut simak penjelasan berikut ini.

Fakta unik dari nyamuk yang mungkin belum banyak diketahui yaitu sebenarnya hanya nyamuk betina saja yang menggigit darah manusia.

Nyamuk tidak membutuhkan darah untuk makan, melainkan darah manusia digunakannya untuk berkembang biak dan memproduksi telur.

Faktanya, nyamuk tidaklah menggigit. Ia menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum untuk menusuk kulit mangsa yang akhirnya digunakan untuk menghisap darah.

Baca juga: Did You Know: Ini Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari


Baca juga: Did You Know: Burung Penenun Bikin Sarang Terbesar di Dunia

Perlu diketahui pula ketika nyamuk betina menusukkan sungut atau proboscisnya ke dalam kulit kita untuk mendapatkan darah, mereka turut menyuntikkan air liur.

Air liur ini mengandung zat antikoagulan digunakan yang digunakan nyamuk betina untuk mengambil darah manusia dengan cepat.

Menurut peneliti dari University of Porto, Heart Research Institute dan Australian National University, Profesor Richard Payne, ARC Future Fellow di Fakultas Sains beliau mengatakan seperti kebanyakan organisme pemakan darah, nyamuk mengeluarkan protein dalam air liurnya.

"Protein ini dirancang untuk mencegah darah organisme inang dari pembekuan, lebih baik memungkinkan nyamuk untuk mengakses makanan darahnya," kata Profesor Payne dikutip dari sydney.edu.au.

"Protein yang disekresikan dalam air liur disebut anophelin; itu menargetkan dan mengikat trombin enzim koagulasi darah host pusat, dan karena itu mencegah darah dari pembekuan," jelasnya.

Kemudian saat tubuh kita terkena air liur nyamuk tersebut, maka sistem kekebalan tubuh akan aktif untuk responsnya.

Sistem kekebalan tubuh kita lalu akan menghasilkan berbagai antibodi guna mengikat antigen yang terdapat dalam air liur nyamuk, di mana hal ini kemudian akan memicu pelepasan histamin.

Histamin adalah senyawa nitrogen yang memicu respons inflamasi (peradangan). Histamin membantu sel darah putih dan protein lain untuk melawan “benda asing” yang masuk ke dalam tubuh kita dengan membuat kapiler dari sel-sel menjadi lebih mudah dilewati.

Histamin kemudian akan membuat pembuluh darah yang terkena gigitan nyamuk membengkak. Proses ini akan menghasikan benjolan berwarna merah muda dan menyebabkan rasa gatal.

Nyamuk termasuk spesies agresif yang dapat menggigit pada siang hari dan malam hari. Nyamuk juga diketahui dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti demam berdarah, virus Ross River, chikungunya, malaria dan lainnya.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology (AAAAI), gigitan nyamuk dapat menyebabkan anafilaksis dalam kasus yang jarang terjadi. Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini