Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sosok Diva Kurnianingtyas, Mahasiswi yang Raih Gelar Doktor Termuda di ITS Surabaya

Deni Irwansyah , Jurnalis-Senin, 04 Oktober 2021 |17:06 WIB
Sosok Diva Kurnianingtyas, Mahasiswi yang Raih Gelar Doktor Termuda di ITS Surabaya
Diva Kurnianingtyas meraih gelar doktor termuda di ITS. (Foto : iNews/Deni Irwansyah)
A
A
A

MALANG – Seorang mahasiswi berusia 24 tahun meraih gelar doctor atau S3 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Ia pun meraih gelar doktor termuda lalu viral.

Mahasiswi tersebut adalah Diva Kurnianingtyas. Diva tercacat sebagai wisudawan ke-124 ITS Surabaya dan akan diwisuda pada 10 Oktober 2021.

Diva berasal dari keluarga sederhana. Ia tinggal di perkampungan sempit di kawasan Klampok Kasri, Gading Asri, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

Diva sebelumnya 4 tahun tinggal di Surabaya dan menempuh kuliah magister (S2) dan doktor (S3) di ITS Surabaya.

Gelar S1 sarjana teknik informatika didapat Diva di Universitas Brawijaya. Studi S1 itu ditempuh Diva dalam waktu 3,5 tahun.

Kini, sambil menunggu di wisuda S3, gadis kelahiran Malang, 13 Desember 1996 tersebut tengah menyelesaikan beberapa penelitian.

Diva mengaku saat lulus sarjana awalnya tidak punya gambaran akan melanjutkan ke jenjang S2 dan S3.

“Sebelumnya saya itu tidak menyangka untuk melanjutkan studi setelah sarjana. Saya ingin mengimplementasikan ilmu saya untuk bekerja. Tapi berkat dorongan ibu, saya bisa melanjutkan studi ini,” kata Diva saat ditemui di kediamannya di Malang, Senin (4/10/2021).

Selama 3 bulan, Diva terlebih dahulu bekerja di bidang data engineering. Diva banyak mengembangkan diri dalam kegiatan proyek dan penelitian selama kuliah.

Beberapa kali ia menyajikan penelitiannya dalam konferensi internasional hingga publikasi jurnal terindeks scopus.

Penelitian yang dilakukan dalam pekerjaannya tersebut didaftarkan ke program beasiswa hingga akhirnya meneruskan studi dengan jalur beasiswa program pendidikan magister menuju doktor untuk sarjana unggul PMDSU di ITS.

Di jenjang S2, Diva mengambil jurusan teknik sistem dan industri. Masa pendidikan magister ini diselesaikan dalam waktu singkat yaitu 1 tahun. Ia kemudian melanjutkan studi S3 selama tiga tahun.

Baca Juga : 3 Mahasiswa ITS Gagas Vaccine Distribution Dashboard untuk Percepat Herd Immunity

“Jadi setelah saya belajar studi doktoral saya belajar banyak sekali ilmu kehidupan sehingga saya menginginkan (membagikan-red) pengetahuan kepada orang lain. Saya sendiri sehingga saya bisa melakukan itu ketika jadi dosen nanti. Mugkin bisa juga jadi penelitian. Saat ini saya masih fokus pada penelitian pada studi doktoral,” tuturnya.

Di balik ketekunan dan kerja keras Diva ini, ada Sang Ibu yang dijadikan motivasi. Diva ingin membahagiakan ibunya yang membesarkannya seorang diri dengan sekolah dan prestasi tinggi.

Lalu seperti apa dukungan dan motivasi Sang Ibu hingga Diva bisa meraih gelar doktornya di usia 24 tahun?

“Saya tidak memberi motivasi. Cuma saya karena saya guru, saya ke anak-anak saya bilang kalau ingin berhasil jangn lupa pada Allah. Sholat tidk boleh lupa. Kalau ingin lebih lagi bisa ditambah dengan puasa dan lainnya,” tutur ibunda Diva, Iffah Nur Rahmiyati.

Ibu Diva menceritakan, sebagai seorang guru yang saat itu belum bersertifikasi, tentunya sangat berat menguliahkan anak/ apalagi sampai S3. Sang Ibu pun berpesan kepada agar Diva selalu berdoa meminta, dan sabar terlebih dahulu. Beruntung, Diva adalah anak penurut hingga akhirnya bisa menjadi doktor termuda di usia 24 tahun.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement