Metode Perhitungan Pendapatan Nasional, Simak Caranya!

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Sabtu 25 September 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 65 2475062 metode-perhitungan-pendapatan-nasional-simak-caranya-FaLc4k9b0m.jpg Metode perhitungan pendapatan nasional. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Metode perhitungan pendapatan nasional merupakan cara untuk menghitung pendapatan nasional.

Pendapatan nasional secara sederhana dapat diartikan sebagai jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.

Dikutip dari Kemdikbud, pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu satu tahun tertentu.

Dengan demikian pendapatan nasional mempunyai peran penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai serta perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun.

Baca juga: Pengertian Pendapatan Nasional, Apa Itu?


Baca juga: Mengenal Sejarah dan Fungsi Pancasila

Adapun manfaat mengetahui pendapatan nasional, seperti:

- Dapat mengetahui dan menganalisis struktur ekonomi suatu negara apakah struktur ekonomi industri, agraris, atau jasa.

- Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu karena pendapatan nasional dicatat setiap tahun.

- Dapat membandingkan perekonomian antarnegara di dunia.

- Pedoman bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi nasional.

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Produk Domestik Bruto (PDB)/Gross Domestic Product (GDP)

PDB (GDP) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. GDP bersifat bruto/kotor.

Untuk pendekatan pengeluaran, rumusnya adalah:

GDP = C + I + G + (X-M)

C = konsumsi perusahaan

I = konsumsi investor

G = Konsumsi oleh pemerintah

X = Nilai ekspor

M = Nilai impor

Sedangkan untuk pendekatan pendapatan, rumusnya adalah:

GDP = w + r + i + p

w = wage/upah/gaji

r = rent/nilai sewa

i = interest/bunga modal

p = profit/keuntungan

Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross Nasional Product (GNP)

PNB (GNP) adalah jumlah seluruh produk barang dan jasa suatu negara dalam satu tahun, yang meliputi barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara (nasional) baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri.

GNP = GDP – Faktor Neto Luar Negeri

Jika PDB lebih besar daripada PNB maka menunjukkan bahwa investasi negara asing di dalam negeri lebih besar daripada investasi negara tersebut di negara lain. Dengan demikian menunjukkan perekonomian negara tersebut belum maju karena masih menerima banyak modal dari luar negeri dan sebaliknya.

Produk Nasional Neto atau Net National Product (NNP)

NNP adalah nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun. Untuk menghitung NNP adalah Produk Nasional Bruto (PNB) dikurangi dengan penyusutan (depreciation). Penyusutan di sini artinya penyusutan barang-barang yang digunakan dalam proses produksi atau barang modal.’

NPP = PNB – Penyusutan

Pendapatan Nasional Bersih atau Net National Income (NNI)

PNB (NNI) dapat dilihat dari dua sisi yaitu:

1) Dari sisi pendapatan, yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

2) Dari sisi produksi, yaitu sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara. Untuk mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

Pendapatan Perorangan/Personal Income (PI)

PI adalah seluruh pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Jenis pendapatan yang tidak termasuk dalam pendapatan nasional, merupakan pendapatan pribadi.

Berikut ini pendapatan yang tergolong dalam pendapatan nasional tetapi tidak termasuk sebagai pendapatan pribadi yaitu

1) Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan,

2) Pajak yang dikenakan pemerintah atas keuntungan perusahaan,

3) Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan.

PI = NNI – (laba ditahan + iuran jaminan sosial + asuransi + pajak perseroan) + transfer payment

Catatan : Tranfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa pada tahun yang bersangkutan, melainkan diambil dari pendapatan tahun sebelumnya

Pendapatan Bebas/Disposable Income (DI)

Apabila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai yang tersisa dinamakan pendapatan disposabel. Dengan demikian, pada hakikatnya pendapatan disposable adalah pendapatan yang dapat digunakan oleh penerimanya, yaitu semua rumah tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli barang-barang dan jasa yang mereka inginkan.

DI = PI – Pajak Langsung

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini