PTM Lancar, Pemkot Bekasi Akan Tambah Jumlah Siswa dan Jam Pelajaran Sekolah

Rahmat Hidayat, iNews · Selasa 21 September 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 624 2474449 ptm-lancar-pemkot-bekasi-akan-tambah-jumlah-siswa-dan-jam-pelajaran-sekolah-3HxCojKSiz.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BEKASI - Tiga pekan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bekasi, Jawa Barat, telah dilaksanakan.

Sebanyak 611 sekolah tingkat SD dan 139 sekola tingkat SMP di Kota Bekasi melaksanakan PTM dengan lancar dan tanpa kendala, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Terkait monitoring penerapan PTM, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah melakukan evaluasi, dan dari hasil evaluasi, tidak ada satu pun klaster sekolah dalam penyebaran Covid 19 di Kota Bekasi.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi akan tetap melanjukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka, bahkan akan menambah jumlah siswa dan jam pelajaran untuk yang akan mengikuti pembelajaran sekolah secara tatap muka.

Diketaui, Disdik Bekasi menerapkan sistem PTM secara bertahap, sejak 1 September untuk tingkat SMP dan 6 September 2021 untuk tingkat SD.

Pada selasa pagi ini, kegiatan pembelajaran secara tatap muka ini berjalan dengan lancar, dan kegiatan pembelajaran secara tatap muka ini tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat.

Penerapan terhadap siswa siswi saat bersekolah bermasker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak di dalam kelas berjalan baik, serta seluruh guru pengajar yang sudah dilakukan vaksinasi.

Dari evaluasi selama tiga pekan ini, Disdik Bekasi akan menambah jumlah siswa yang awalnya 50 persen menjadi 65 persen dalam setiap kelasnya serta menambah jam pelajaran.

Kadisdik Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, pihaknya dan Satgas Covid-19 telah mengevaluasi jalannya pembelajaran secara tatap muka.

"Dari hasil evaluasi ini, kami memutuskan bahwa sekolah tatap muka akan tetap dilanjutkan. Dari penerapan yang berjalan selama tiga pekan, kami terus memonitor, dan sejauh ini belum ditemukan adanya klaster penyebaran Covid 19 dan siswa serta guru yang terpapar covid 19," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini