Mahasiswa UNY Rancang Transportasi Ramah Lingkungan

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 17 September 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 65 2472807 mahasiswa-uny-rancang-transportasi-ramah-lingkungan-HcyjisDQRK.jpg Mahasiswa UNY rancang transportasi ramah lingkungan (Foto: UNY)

SLEMAN - Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang alat transportasi ramah lingkungan jenis trem yang dberinama Sky Trem. Alat transportasi ini bukan hanya ramah lingkungan dan bebas kemacetan, namun juga mendukung pelayanan transportasi massal dan wisatawan.

Ketiga mahasiswa UNY itu, yakni Cecep Wahyu Cahyana (prodi teknologi informasi), Reyhan Aditya Adam (prodi pendidikan teknik mekatronika) dan Prawesti Eka Listyaningrum (prodi akuntansi).

Cecep Wahyu Cahyana mengatakan ide membuat Sky Trem ini, karena melihat ketersediaan transportasi umum yang kurang memadai di Yogyakarta. Termasuk Trans Jogja belum mampu menjawab tantangan. Sehingga kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat di jalan raya terus bertambah.

 (Baca juga: Mahasiswa UNY Kembangkan Sistem Pertanan Hidroponik, My Farm)

Hal ini, bukan hanya menyebabkan terjadinya kemacetan dan kroditnya lalu lintas, namun juga peningkatkan jumlah emisi gas buang dan polusi udara di Yogyakarta. Sehingga harus ad solusi terhadap permasalahan tersebut

“Itulah yang melatar belakangi kami erancang alat transportasi ramah lingkungan dan bebas kemacetan Sky Trem,” kata Cecep daam keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

 (Baca juga: Mahasiswa Ini Buat Alat Pengusir Burung dengan Sensor)

Sky Trem merupakan transportasi jenis trem dimana transportasi ini menggunakan listrik dalam operasionalnya sehingga lebih ramah lingkungan. Sky Trem idiharapkan akan mampu mengurai kemacetan di wilayah Yogyakarta karena akan memiliki jalur sendiri yang berada di atas jalan-jalan utama Yogyakarta dan memanfaatkan lahan kosong di atas Selokan Mataram.

“Sky Trem menerapkan Internet of Things (IoT) dalam operasionalnya dan akan terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti Trans Jogja,” jelas Cecep

Sky Trem selain menjadi transportasi umum untuk mobilitas masyarakat yang mendukung rencana pemerintah DIY tersebut, dirancang pula untuk mampu digunakan sebagai experience tourism.

Reyhan Aditya Adam menjelaskan, Sky Trem dirancang berornamen batik kawung dan Tugu Jogja sebagai hiasan dan akan menerapkan warna hijau kuning sebagai warna khas dari Keraton Yogyakarta.

“Trem yang didesain dengan dua gerbong ini menerapkan transportasi tanpa awak dengan ketepatan waktu hingga 99%,” paparnya.

Sky Trem dilengkapi dua sensor dengan fungsi yang berbeda-beda. Sensor pertama membuat trem berhenti secara otomatis ketika sampai di stasiun dengan memberikan sinyal dari jarak 100 meter sebelum stasiun.

Sedangkan, sensor kedua diterapkan di pintu gerbong trem untuk mobilitas buka tutup pintu gerbong. Jarak antara stasiun satu dengan stasiun berikutnya sekitar satu kilometer. Kecepatan dari transportasi ini berkisar 40-60 kilometer per jam.

Prawesti Eka Listyaningrum menambahkan Sky Trem dilengkapi dengan aplikasi khusus yang berguna untuk memudahkan masyarakat melihat jadwal pemberangkatan dan kedatangan kereta serta pembelian dan pembayaran tiket. Pembayaran tiket dapat dilakukan dengan cara transfer, e-money, berlangganan, dan tunai. Aplikasi ini menyediakan fitur khusus yang berguna sebagai tempat kritik dan saran dari masyarakat.

‘Sky Trem ini diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan dan polusi udara serta mendukung terwujudnya smart city DIY dengan memenuhi indikator smart transportation dan menjawab agenda pembangunan kota dan Pemukiman yang erkelanjutan,” tambanya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini