Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh di Tengah Pandemi

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 15 September 2021 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 623 2471616 airlangga-ekonomi-indonesia-tumbuh-di-tengah-pandemi-EuFS7HHcOn.jpg Foto: Kemenko Perekonomian

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020, ternyata ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 7,07% (YoY) di Triwulan II-2021.Pada sisi supply, seluruh sektor tumbuh positif dan menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik dan negara mitra dagang. Diantaranya adalah sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan yang merupakan kontributor utama perekonomian nasional yang tercatat pertumbuhan signifikan.

(Baca juga: Lokasi Jatuhnya Pesawat Rimbun Air Markas Teroris KKB Papua Pimpinan Zakius)

Demikian diutarakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjadi keynote speaker di Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2021, Rabu (15/9/2021).

“Pertumbuhan ini juga merupakan pertumbuhan triwulan yang tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara peer yang telah merilis angka pertumbuhannya seperti Vietnam (6,6%), Korea Selatan (5,9%), dan Arab Saudi (1,5%),” ujar Airlangga.

(Baca juga: Pembentukan Paramiliter, Personel Bakamla Digembleng di Coast Guard Basic Training)

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, saat ini Pemerintah telah menetapkan ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 3,7-4,5% (YoY) di tahun 2021 dan sebesar 5,2% (YoY) di tahun 2022.

“Pencapaian target ini akan bergantung pada peran serta masyarakat dalam meningkatkan efektivitas pengendalian pandemi Covid-19,”ujarnya.

Pemerintah kata dia juga terus memperkuat pengendalian pandemi dari sisi hulu hingga hilir guna memastikan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Penguatan disisi hulu dilakukan melalui peningkatan akselerasi vaksinasi, peningkatan disiplin protokol kesehatan, peningkatan jumlah testing dan tracing, serta pengendalian mobilitas masyarakat melalui pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Pada bulan September ini kita juga menargetkan dosis vaksinasi per hari adalah sebesar 2 – 2,3 juta jiwa sehingga akan mendukung target vaksinasi sebanyak 208 juta jiwa di akhir tahun 2021. Patut kita syukuri bersama bahwa melalui penguatan di hulu ini angka positivity rate per 13 September 2021 berhasil turun menjadi 2,14%. Sementara itu, penguatan di sisi hilir akan dilakukan melalui peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan,” tutup Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini