Ingat, Ini Prokes yang Harus Dilakukan Saat Tes Seleksi Guru PPPK

Neneng Zubaidah (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 09 September 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 65 2468841 ingat-ini-prokes-yang-harus-dilakukan-saat-tes-seleksi-guru-pppk-QYLbdA1BEe.jpg Ilustrasi seleksi guru (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry Budiutomo Harmadi menjelaskan mengenai protokol kesehatan (prokes) yang harus dijalankan pada saat tes seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Sonny menjelaskan, protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan yang pertama harus dilakukan yakni memperhatikan informasi terkini dan juga instruksi pemerintah pusat dan daerah terkait Covid-19 di wilayahnya.

"Kedua memastikan seluruh panitia dan peserta yang terlibat untuk memahami tentang pencegahan penularan Covid-19," katanya pada Sosialisasi Dukungan Kesehatan dalam Rangka Seleksi Guru ASN PPPK dipantau dari Youtube, Kamis (9/9/2021).

(Baca juga: Seleksi Guru PPPK Dimulai Bulan Ini, Harus Terapkan Protokol Kesehatan) 

Menurut dia, sosialisasi sebelum pelaksanaan amat penting agar peserta seleksi bisa mengetahui informasi tentang protokol kesehatan. Sosialisasi juga perlu dilakukan karena jumlah petugas akan terbatas untuk mengawasi setiap peserta pada saat pelaksanaan tes.

Selain itu, tambahnya, panitia atau peserta yang memiliki gejala seperti panas/demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan dilarang masuk lokasi tes seleksi.

 (Baca juga: Ketua DPD Minta PGRI Rumuskan Metode Pembelajaran Simpel saat Pandemi)

Selanjutnya, sesi seleksi dalam satu ruangan sebaiknya tidak boleh lebih dari 2 jam. "Apabila lebih dari 2 jam maka pastikan ada ventilasi dan sirkulasi udara didalam ruangan tersebut," katanya.

Selain itu juga dipastikan tidak ada kegiatan makan dan minum yang beresiko menyebabkan penularan. Dia juga meminta panitia seleksi untuk menyiapkan sarana seperti tanda untuk menjaga jarak dan juga fasilitas cuci tangan.

Selanjutnya pintu masuk dan pintu keluar juga harus berbeda dan pembatasan jumlah orang dalam satu ruangan. Dia juga merekomendasikan untuk jaga jarak minimal 1,5 meter jika bisa.

Selain itu juga harus disiapkan ruang untuk kondisi darurat dengan tenaga khusus ber APD lengkap jika ada kondisi kedaruratan.neneng zubaidah

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini