Mahfud MD: Perguruan Tinggi Harus Jadi Benteng Budaya!

Riezky Maulana, iNews · Senin 06 September 2021 05:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 65 2466622 mahfud-md-perguruan-tinggi-harus-jadi-benteng-budaya-B8GLruyvIO.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut perguruan tinggi harus menjadi benteng budaya yang menjaga eksistensi jatidiri bangsa. Menurutnya, karena zaman sekarang telah masuk ke dalam era revolusi 4.0 yang didominasi teknologi dan digitalisasi.

Pernyataan itu disampaikannya saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Minggu 5 September 2021.

"Di era Revolusi 4.0 yang didominasi oleh teknologi dan digitalisasi, perguruan tinggi harus menjadi benteng budaya yang menjaga eksistensi jati diri bangsa," ujar Mahfud.

Pada era dimana budaya sangat beragam, sambung dia, berbagai belahan dunia akan mudah saling terhubung dan saling mempengaruhi. Menurut dia, tak banyak perguruan tinggi yang menasbihkan dirinya sebagai perguruan tinggi berbasis budaya.

"Dari sedikit kampus yang berbasis budaya tersebut, satu diantaranya adalah Universitas Widya Mataram di Yogyakarta," jelas Mahfud yang juga Ketua Yayasan Mataram.

Dalam paparannya, Mahfud menegaskan, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang punya budaya adiluhung. Adapun artinya adalah budaya unggul yang penuh kehalusan budi, kesantunan, gotong royong, keindahan, dan religiousitas.

"Di era digital ini, bangsa kita harus mampu mempertahankan ruh dan nilai-nilai adiluhung bagi kemanusiaan dari masuknya budaya asing seperti hedonisme, liberalisme, dan rasionalisme," paparjya.

Lebih jauh dijelaskan dia, easionalitas dan wawasan rasional memang amatlah penting. Akan tetapi, easionalisme berbahaya bagi kehidupan manusia.

Baca Juga : Videonya Viral, Ustadz Penganiaya Santri Ditangkap Polisi

Eks Ketua MK ini memaparkan, rasionalisme berangkat dari asumsi bahwa yang benar itu hanya yang logis, masuk akal, bisa diuji melalui ekspremin, atau bisa dihitung. Sedangkan wawasan rasional atau rasionalitas bagi bangsa Indonesia, tak mengurangi penghargaan akan pentingnya akal yang harus didukung dengan eksperimen dan pembuktian logis.

"Pembuktian logis itu penting, tetapi disamping itu harus didasarkan pada keimanan kepada Tuhan, kepekaan nurani, ketulusan budi, moralitas, gotong royong dan estetika," katanya..

Selain berbasiskan nilai-nilai budaya, di kampus baru Universitas Widya Mataram juga akan dibangun religious center. Adapun tujuannya unutk mengakomodasi aktivitas religius semua agama yang diakui di Indonesia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini